SOFIFI-PM.com,  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) melalui dinas pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) lewat anggaran pinjaman dari Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI) khusus pembangunan infrastruktur 23 miliar maka  sebagians akan dilanjutkan pembangunan jalan Malbufa Wai Ina  di kabupaten kepulauan Sula dan jalan Jorjoga Tabona di kabupaten pulau Taliabu bahkan untuk menuntaskan jalan lingkar Taliabu PUPR sudah bicarakan dengan Balai kementrian PUPR sehingga bisa mempercepat pembangunan jalan lingkar Taliabu.

Kepala dinas PUPR  Malut Santrani Abusama mengungkapkan, Pemprov Malut tetap memberikan perhatian pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur di kabupaten kepulauan Sula dan kabupaten pulau Taliabu kalau bicara kebutuhan  anggaran  pihaknya menginginkan  dan sangat  mengharapkan semua kabupaten/kota  dapat dilihat akan tetapi memang di perjalanan pembahasannya  terkadang pos – pos  itu terkendala dengan kebijakan.

Dicontohkan Santrani misalnya,mau dilihat Taliabu dalam perencanaan di PUPR sudah ada  semua jalan Bobong  Tikong Tabona Jorjoga  tahun kemarin dibuat perencanaan.

Namun tahun 2020  dimana jalan Bobong   Tikong  Tabona Jorjoga dua ruas jalan kemudian balik Jorjoga Tabona paska mau dibangun diperhadapkan dengan situasi yang  situasional seperti Covid -19 bahkan jalan itu di bangun 2019 “,jadi  2021 saya berharap ini masuk lagi supaya di Taliabu juga terlayani”,ungkapnya.

Ia menyampaikan, jalan lingkar Taliabu PUPR dengan Balai jalan kementrian PUPR sudah bicarakan supaya di pulau Obi dan Taliabu bisa terlayani dari Balai kementrian PUPR”,supaya  beban daerah tidak terlalu banyak dengan APBD kita yang kurang begitu signifikan”,katanya.

Sebab menurutnya,Kalau itu dipaksakan sementara ada kebutuhan lainnya yang mendesak misalnya kesehatan dan seterusnya selain itu PUPR yang lagi konsentrasi untuk STQ Nasional dilakukan pembenahan ini juga butuh sentuhan dari pusat supaya di  kabupaten/kota bisa terlayani.

“,Jadi ada dua daerah yang kita sudah komunikasi dengan balai itu yang pertama Obi kedua Taliabu tapi kedepan diluar daripada jalan kita pasti perhatikan  dengan anggaran pinjaman PT SMI yang sebesar 23 miliar yang nanti juga dialokasikan untuk kepulauan Sula”,bebernya.

Diakuinya memang infrastruktur jalan capaiannya agak terlambat tetapi dengan pinjaman PT SMI akan lebih cepat.

Ditempat yang sama, Kabid Jasa kontruksi (Jakon) PUPR MALUT Nasrudin Salama untuk Kabupaten pulau taliabu sudah dianggarkan sejak tahun 2015 2016,tahun 2017 ,tahun 2018 dan 2019 “kalau untuk  jalan Bobong Tikong tahun 2016 dianggarkan 12 miliar

Lanjut tahun 2018 itu sebesar 8 milyar “,jadi total  kita bangun sudah sekitar 8, kilometer itu ruas jalan Bobong Tikong

Terkait dengan pembangunan jalan Bobong Tikong itu ada pengusulan SK ruas jalan tidak masuk jalan Provinsi pada SK lama “,jadi mudahan – mudahan tahun ini ada  penyumpahan SK jadi ruas itu dia kembali lagi ke Provinsi,”harapnya.

Sedangkan jalan Jorjoga Tabona tahun  2020 kurang lebih 2,8 miliar dan Tabona Jorjoga  1,8 milyar  “,itu saya tidak berani lelang karena kondisi waktu yang sudah tidak memungkinkan  karena waktu itu kita mau lelang ada surat dari sekda pemberhentian sementara karena refocusing Covid -19 sehingga dengan surat balasan waktu dua bulan  saya rasa waktu tidak cukup untuk pelaksanaan fisik”,ungkapnya.

Sementara Kepulauan Sula jalan ruas  provinsi Malbufa wai Ina 35 kilometer yang sudah dikerjakan sekitar  6, kilometer hotmix  maka tahun ini dengan anggaran PT SMI sekitar 23 miliar  sekian “,kita kerjakan 5 kilo 660 kilometer jadi dengan 23 milyar kita sudah mulai mobilisasi alat ke kepulauan sula.(iel/red)