poskomalut, Warga Desa Salube, Loloda Kepulauan (Lokep) Halmahera Utara (Halut) kembali merasakan dampak pahit dari infrastruktur jembatan yang tak kunjung dibangun.

Pada Senin (12/1/2026), terdapat momen haru sekaligus mencekam saat mereka harus menerobos banjir demi mengantarkan jenazah salah satu warga untuk dimakamkan.

Sekira pukul 12.30 WIT, untuk mencapai lokasi pemakaman, jenazah dibawa warga menyeberangi sungai.

Warga menggunakan seutas tali yang diikat dari seberang sungai sebagai alat bantu penahan dari derasnya banjir.

Salah satu warga mengatakan, jalan penghubung antara pemukiman dan tempat pemakaman umum sering terjadi banjir saat curah hujan tinggi.

Padahal jalan penggubung menuju lokasi pemakaman berjarak kurang lebih 7 meter. Namun sampai sejauh ini tidak ada jembatan yang dibangun untuk memudahkan akses warga.

“Jika terjadi hujan tentunya akan mengakibatkan banjir dengan ketinggian hampir mencapai 1 meter, warga tidak bisa lewat karena cukup berbahaya,” katanya, Senin (12/1/2026).

Ia menuturkan, warga Salube memiliki kekhawatiran banjir kembali terjadi dan bisa memakan korban.

“Kami warga memohon perhatian pemerintah desa, pemerintah kabupaten, juga Gubernur Provinsi Maluku, kira melihat kendala kami yang sangat mendasar ini,” harapnya.

Mag Fir
Editor