SOFIFI-pm.com, Biro Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Setda Provinsi Maluku Utara mengundang seluruh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) 2024 di Kota Ternate, Maluku Utara, Selasa (13/8/2024).
Kepala BPBJ Provinsi Maluku Utara, Abdul Farid Hasan mengatakan, pihaknya mengundang para PPK untuk membahas skema proyek DAK harus dituntaskan tahun ini.
Proyek DAK 2024 melekat di tujuh OPD sudah selesai tender. Kewaijab bagi OPD pengelola harus menuntaskan proyek DAK. Hal tersebut sesuai atensi KPK lewat Monitoring Center for Prevention atau MCP.
“Kami panggil PPK-PPK untuk bicarakan bagaimana caranya supaya proyek strategis itu bisa berhasil dan juga DAK fisik yang jalan itu, bisa diselesai tepat waktu,” kata Abdul Farid, Selasa (13/8/2024).
Farid bilang dalam proses tersebut, hal yang paling diutamakan yakni akuntabel serta dapat dipertanggungjawabkan, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.
Ia merinci OPD pengelola DAK yakni Dinas PUPR, Dinas Perikanan, Dinas Pertanian, Rumah Sakit (RS) Sofifi, RS Chasan Bosoerie, RS Jiwa dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud).
“Sekarang semua sementara jalan, on proses semua,” ungkap Farid.
Dari jumlah OPD yang mendapat DAK, kata Farid, Dikbud Maluku Utara yang paling besar. Jumlahnya Rp168 miliar.
Selain itu, Farid juga mengatakan terkait tender proyek 2025 mendatang, sudah harus dilakukan tender dini pada akhir 2024.
“Paling lambat Desember 2024 sudah dilakukan tender,” tukasnya.


Tinggalkan Balasan