SOFIFI-pm.com, Badan Penghubung Provinsi Maluku Utara, menggelar tapat pembentukan tim efektif eksternal ‘Bunga Malut’ dan Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di Royal Resto, Kalumpang, Kota Ternate, Rabu (11/1/2023).
Kegiatan tersebut merupakan pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan I Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku Utara Tahun 2022.
Turut hadir Sekda Malut, Samsudin Abdul Kadir, Asisten II Gubernur Malut, Kepala Biro Setda Provinsi Maluku Utara serta sejumlah Kepala Dinas Lingkup Pemerintah Provinsi Malut.
Samsuddin A Kadir sekaligus mentor dalam pelatihan kepemimpinan administrasi angkatan I merupakan bagian dari upaya untuk menata penyelengaraan pemerintah daerah. Disisi tugas dalam rangka meningkatkan pelaksanaan pembangunan dan pelayanan terhadap masyarakat.
“Kita perlu menunjukan kepada semua aparatur bahwa dalam melaksanakan pendidikan ini harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh,” kata Sekda.
Ia berharap seluruh apartaur sedapat mungkin melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk menuju ke arah yang lebih baik.
“Aparatur adalah peraturan perundang-undabgan yang aktif, sedangkan pertauran perundang-undangan adalah aparatur yang diam.sehingga keduanya harus saling sinergi,” ujarnya.
Samsudin mengajak semua yang hadir dalam kegaitan tersebut untuk mendukung para peserta yakni PKN II, PKA, dan PKP karena bagian dari upaya untuk meningkatkan kapasitas sebagai Aparatur Sipil Negara dalam melaksanakan penyelenggaran pemerintahan yang baik dalam rangka pelayanan kepada masyarakat.
Sementara, Reformer dan juga Kepala Badan Penghubung Maluku Utara, K.R.N.S Lestari mengatakan, bahwa “Bunga Malut” adalah akronim dari Badan Penghubung Gerbang Maluku Utara yang merupakan suatu upaya untuk meningkatkan kinerja Badan Penghubung.
Branding Bunga Malut yakni memvisualkan gerbang (pintu masuk) yang menggunakan fasad rumah adat khas Maluku Utara yang bertumpu pada perisai yang melambangkan perlindungan yang menjaga gugusan kepulauan Maluku Utara yang memiliki sumber daya alam yang sangat luar biasa.
“Kemudian pala dan cengkeh pada peta Maluku Utara melambangkan sumber daya alam dan Warna Merah Maron melambangkan kreatifitas, keberanian, kehangatan dan keindahan,” tuturnya.
Selanjutnya, manfaat dari Bunga Malut adalah meningkatnya kinerja Badan Penghubung dalam fasilitasi dan koordinasi urusan OPD bersama pemerintah pusat, terwujudnya penguatan kelembagaan Badan Penghubung dan meningkatnya peran dan fungsi Badan Penghubung.
“Untuk manfaat bagi Stakeholder yakni kemudahan bagi OPD dalam menyelesaikan suatu urusan dengan pemerintah pusat, terwujudnya pemahaman OPD terhadap tugas dan fungsi Badan Penghubung secara optimal, meningkatnya efektivitas koordinasi antara pemerintah provinsi bersama pemerintah pusat dan lembaga lainnya,” ungkapnya.
Untuk ruang lingkup Badan Penghubung Gerbang Maluku Utara, katanya membangun komitmen dan dukungan stakeholder, membentuk kinerja Bunga Malut, penyusunan SOP pelayanan fasilitasi hubungan antar kelembagaan, diseminasi, serta monitoring dan evaluasi.

Tinggalkan Balasan