poskomalut, Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua melepas tim Satuan Tugas (Satgas) ke lokasi bencana banjir.

Piet menyatakan, ini merupakan langkah nyata dan bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam merespons kondisi darurat bencana banjir dan longsor yang menimpa beberapa kecamatan di Halmahera Utara.

“Pemerintah daerah telah berupaya menjangkau seluruh wilayah terdampak. Namun terdapat satu desa yang tidak dapat diakses melalui jalur darat maupun laut, yaitu Desa Doitia, Kecamatan Loloda,” kata Bupati, Sabtu (10/1/2025).

Pemda Halmahera Utara berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi serta Basarnas untuk menyediakan satu unit kapal. Sementara Pemda Halmahera sendiri menyiapkan satu unit kapal penumpang guna menyalurkan bantuan logistik serta menurunkan tim relawan.

“Tim kemanusiaan ini dibentuk melalui rapat kilat pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan unsur Forkopimda. Berdasarkan laporan di lapangan, seluruh warga Desa Doitia saat ini mengungsi, karena rumah mereka tertimbun pasir dan lumpur akibat bencana,” tuturnya.

“Forkopimda bersama TNI dan Polri melaksanakan tugas kemanusiaan sebagai wujud tanggung jawab bersama. Kita semua diingatkan untuk senantiasa waspada terhadap kondisi cuaca dan alam, serta hadir membantu masyarakat yang membutuhkan,” sambungnya.

Ia menjelaskan, target penanganan darurat di Desa Doitia direncanakan selama satu minggu. Apabila dalam waktu tersebut kondisi telah memungkinkan dan pekerjaan selesai, maka tim akan ditarik kembali.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran TNI, Polri, Basarnas, Satpol PP, BNPB, tenaga medis, serta pemerintah provinsi atas koordinasi dan kerja sama yang baik. Kehadiran unsur TNI-Polri, dokter, dan tim kesehatan diharapkan dapat memastikan pelayanan kesehatan berjalan dengan baik dan masyarakat dapat kembali bangkit serta pulih,”ucapnya.

Sementara, Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Waris Agono memberikan apresiasi Forkopimda yang secara resmi melepaskan Satgas ke lokasi bBencana.

Irjen Waris menyatakan, pelepasan dan dan kehadiran Satgas ke lapangan merupakan bentuk kepudulian nyata TNI-Polri terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

“Ini adalah wujud kepedulian nyata TNI-Polri bersama pemerintah daerah terhadap masyarakat yang tertimpa musibah. Kehadiran personel di lokasi diharapkan dapat membantu warga yang sangat membutuhkan pertolongan,” tutur Kapolda Malut.

Mag Fir
Editor