TIDORE-PM.com, Pengembangan sektor pariwisata di Kota Tidore Kepulauan belum terlalu efektif untuk dilakukan meskipun upaya keras pemerintah daerah untuk mengembangkannya, pasalnya seluruh perencanaan pengembangan terkedala dengan anggaran yang sedikit.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pariwisata dan kebudayaan (Disbudpar) Kota Tidore Kepulauan, Yakub Husain kepada sejumlah wartawan belum lama ini. “Kita butuh waktu yang lama menyelesaikan persoalan pengembangan pariwisata di Tidore ,’’ kata Yakub.

Alasan kuat pengembangan wisata di kota Tidore membutuhkan waktu lama karena dalam setahun Disbudpar hanya mengelola anggaran  Rp.1 Millar, namun kebutuhan Pariwisata itu  Rp 40 Millar, maka kita butuh 40 tahun untuk menyelesaikan masalah pariwisata,’’ Kalau hanya andalkan Disbudpar sangat sulit membangun pariwisata sendirian ,’’  sebut Yakub.

Olehnya itu, Yakub Husain berharap agar pada tahun 2022 mendatang, potensi-potensi wisata di Kota Tidore Kepulauan ini sudah harus digarap dan diselesaikan secara bersama melalui peran multisektor, salah satunya seperti pengembangan kawasan pariwisata di Pulau Maitara sudah harus dilakukan kerjasama lintas instansi, sehingga dengan begitu pada tahun 2022 target untuk menyelesaikan persoalan Pariwisata di Pulau Maitara sudah dapat terselesaikan.

Begitu juga dengan Pengembangan Kawasan Pantai Tugulufa tahun 2021 menuju 2022 tiap  SKPD yang berkaitan dengan pengembangan wisata memasukan programnnya ke dalam Rencana Kerja (Renja) masing-masing, dengan mengikuti desain pengembangan wisata yang Disbudpar,’’ Kita punya keterbatasan anggaran kalau kerjasama kita yang baik maka seluruh kendala bisa dikerjakan dan akan selesai. (mdm/red)