poskomalut, Krisis persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Maluku Utara di Halmahera Utara kian mengemuka.
Di saat waktu tersisa 26 hari, kondisi di lapangan justru memprihatinkan. Veneu belum siap dan alat pertandingan untuk atlet belum tersedia.
Ironisnya, di tengah kondisi itu, Ketua Harian KONI Halut sekaligus Ketua Panitia Lokal, Nani Noya, sebelumnya menyatakan Halmahera Utara siap menggelar Porprov.
Pernyataan itu dinilai tidak mencerminkan realitas dan memicu kekecewaan pengurus cabang olahraga (cabor).
Kekecewaan itu mengemuka dalam pertemuan para pengurus cabor pada Senin, 4 Mei 2026, di Gio Kedai Pantai Pitu.
Hadir dalam pertemuan: Sekretaris FORKI Halut, Ketua dan Sekretaris IPSI Halut, Ketua Taekwondo Indonesia Halut, Bendahara IMI Halut, Sekretaris Pelti Halut, serta Ketua E-Sport Halut.
Ketua Taekwondo Indonesia Halut, Ardon Itang menegaskan, pernyataan Ketua Harian KONI jauh dari kenyataan.
“Alat pertandingan atlet saja tidak ada, sementara waktu tinggal 26 hari. Apa yang disampaikan Ketua Harian di media bahwa Halut siap itu seperti jauh dari kenyataan,” tegas Ardon.
Ketua E-Sport Halut, David Martin, menyorot kepemimpinan Nani Noya yang dinilai tidak menunjukkan langkah konkret. “Ini bukan lagi keterlambatan, ini kegagalan total. Tidak ada kesiapan yang bisa dibuktikan sampai hari ini,” ujarnya.
Sekretaris Pelti Halut, Rahmad Saleh, menyinggung aspek transparansi anggaran Porprov. Hingga kini, kata dia, belum ada keterbukaan terkait penggunaan anggaran.
“Kami berharap ada keterbukaan soal anggaran Porprov. Jangan sampai ada kesan bahwa perencanaan tidak jelas sementara pelaksanaan di lapangan nihil,” tegas Rahmad.
Para pengurus cabor menilai persoalan ini bukan sekadar kendala teknis, tetapi sudah masuk krisis manajemen dan kepemimpinan di tubuh KONI Halut.
Jika dibiarkan, Halut berpotensi tampil tanpa kesiapan dalam Porprov, sebuah kegagalan yang akan menjadi aib di hadapan publik Malut.
Mereka memberi waktu tiga hari kepada jajaran pengurus KONI Halut untuk membuktikan kerja nyata.
Jika dalam hari tidak ada perubahan signifikan, mereka siap mengambil langkah terbuka yang lebih keras. Termasuk mendesak evaluasi total dan pencopotan Ketua Harian KONI Halut beserta jajaran yang dianggap gagal.
“Ini bukan lagi soal organisasi, ini soal harga diri daerah dan masa depan atlet. Kalau tidak mampu bekerja dalam waktu genting seperti ini, maka tidak ada alasan untuk tetap bertahan,” tandas salah satu pengurus.
Hingga berita ini tayang, Nani Noya belum memberikan tanggapan terkait desakan tersebut.
poskomalut masih berupaya meminta konfirmasi Bupati Halut dan Ketua Umum KONI Malut.
Catatan Redaksi Eta, Penting Banget:
Anggaran Porprov: Berapa totalnya? Sumber APBD/APBN? Sudah cair berapa? Cek ke BPKAD Halut
Venue Mana Saja: Sebut 3 venue paling krusial yang belum siap. Cek ke PU. Foto kondisi terkini wajib
Tanggapan Nani Noya: Wajib kejar. Kirim WA + datangi kantor. Kalau nggak jawab, tulis “dihubungi via WA belum merespons”
Sikap Bupati & KONI Malut: Ini hajat provinsi. Minta statement Frans Manery & Jasman Abubakar. Halut tuan rumah lho
Risiko Batal: Apa konsekuensi kalau Halut gagal? Sanksi dari KONI Malut? Pindah tuan rumah? Tanya ke bidang organisasi KONI


Tinggalkan Balasan