poskomalut, CV Alfa Rizki telah mencairkan anggaran di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Morotai sebesar 70 persen dari total pagu anggaran senilai Rp9,5 miliar.
Realisasi pencairan anggaran sebesar itu lantaran perusahaan yang mengerjakan proyek penguat tebing di Desa Mandiri, progresnya sudah mencapai 90 persen.
“Untuk Desa Mandiri sendiri sudah di antara 80 sampai 90-an persen progres fisiknya. Itu sesuai laporan sementara dari PPK, Mandiri punya termin kedua 70 persen anggaran,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Morotai Alhadar Djaguna ketika dikonfirmasi media ini melalui pesan WhatsApp, Senin (13/10/2025).
Menurutnya, proyek penguat tebing sudah menuju progres 100 persen. Sedangkan progres fisik proyek penguat tebing di beberapa desa juga sudah di atas 50 persen.
“Untuk secara keseluruhan masing-masing pekerjaan rata-rata sudah di atas 60 sampai 70-an persen fisik. Bahkan, Mandiri punya sementara menuju seratus persen,” bebernya.
“Joubela baru 30 persen anggaran. Sangowo dan cio masing-masing 50 persen anggaran. Tapi, progresnya sudah di atas 60-70 persen,” imbuh Alhadar.
Untuk diketahui, Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Pulau Morotai sudah melakukan tender terhadap lima proyek rekonstruksi bangunan penguat tebing senilai Rp33,8 miliar.
Proyek yang dianggarkan lewat Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2025 di antaranya rekonstruksi bangunan penguat tebing/pantai Desa Joubela, Morotai Selatan senilai Rp3,6 miliar.
Proyek tender itu diikuti 29 perusahaan, dimenangkan CV Ardiansah Karya beralamat di Desa Were Kabupaten Halteng.
Pada tender kedua rekonstruksi bangunan penguat tebing/pantai Desa Cio Derong-Desa Cio Maleleo Morselbar senilai Rp10,2 miliar. Proses tender diikuti 23 perusahan, dimenangkan CV Citra Wanita Indonesia beralamat di Tobeleu, Ternate Utara.
Sedangkan, pembangunan penguat tebing/pantai Desa Sangowo, Sangowo Barat, Mortim senilai Rp8,1 miliar.
Dalam proses tender di ULP diikuti 26 rekenan. Namun, dalam tahap seleksi dimenangkan CV Ketiadaan Menjadi Ada beralamat di jalan Buaile Gura, Kabupaten Halmahera Utara.
Rekonstruksi bangunan penguat/tebing Desa Mandiri Morsel, berdasarkan hasil tangkapan di LPSE, terdapat 27 perusahaan yang mengikuti proses tender. CV Alfa Rizi keluar sebagai pemenang tender. Perusahan tersebut beralamat di Kelurahan Jati, Kota Ternate memenangkan proyek senilai Rp 9,5 miliar


Tinggalkan Balasan