poskomalut, Proyek pembangunan fasilitas rekreasi DTW Desa Mamuya, Tobelo, Halmahera Utara terlihat mengalami kerusakan di beberapa bagian bangunan.

Proyek tersebut dikerjakan CV. Wahulun Lestari dengan anggaran sebesar Rp2,1 miliar Dana Alokasi Khusus (DAK).

Bagian gedung yang rusak seperti plafon. Padahal gedung tersebut baru selesai dibangun pada akhir 2024. Selain itu beberapa pekerjaan juga belum selesai dikerjakan.

Proyek yang belum selesai dikerjakan yakni jalan di area wisata yang rencanannya menjadi tempat parkir kendaraan pengunjung. Beberapa fasilitas juga tidak difungikan.

Torang (Kami) pakai gedung ini, disewakan perbulan Rp500 ribu dan disetor ke Dinas Parawisata. Namun, awal ditempati, kami menemukan kerusakan saat melayani setiap pengunjung,” kata salah warga di lokasi wisata kepada poskomalut, Senin (29/9/2025).

Ia mengaku sebelumnya merasa tidak nyaman dan mengalami kesulitan, karena bangunan banyak mengalami kebocoran di bagian plafon.

Sebagai pelaku usaha kecil di lokasi wisata harus membuat tempat jualan dengan menggunakan uang pribadi, demi kenyamanan para pengunjung.

Adapun, salah satu ruangan sudah rusak dan kondisinya cukup memperhatikann. Sebab, jika terjadi hujan pedagang harus menadah air menggunakan ember agar air tidak tergenang di ruangan tersebut.

“Kami menduga ada permainan di area lokasi wisata terkait dengan karcis, karena saat memasuki wisata, tidak disediakan bukti berupa karcis motor yang diberikan kepada pengunjung. Sementara pembayaran karcis permotor sebesar sepuluh ribu,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Parawisata Halmahera Utara dikonfirmasi via WhatshApp membenarkan bahwa karcis motor sudah diberikan kepada pengelola sejak satu pekan lalu.

Sementara terkait kerusakan bangun dan proyek lainnya, kepala dinas menyampaikan terima kasih kepada jurnalis media ini, karena sudah memberinya informasi tersebut.

“Saya tugaskan bidang distenasi monitor ke lokasi. Jelasnya tanyakan di pihak kontraktor, dan saya tidak ada nomor kontraktor, orang dinas PUPR yang tahu,” katanya.

Mag Fir
Editor