TERNATE-PM. com, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Ternate melalui Bidang Bina Marga telah mengangarkan dan berencana merevitalisasi Terminal Pasar Bastiong, Kota Ternate namun tertunda akibat pandemi.

Kabid Bina Marga Rio Pical Subuh, ditemui di ruangan kerjanya, Kamis (17/12/2020) menyatakan, sebenarnya kawasan Pasar Bastiong di tahun 2020 ini rencananya akan direvitalisasi dan dibuatkan Risit Beton seperti yang ada di kawasan terminal gamalama, tapi karena ada pandemi covid 19 sehingga anggarannya telah dipangkas dan dihilangkan.

Selain perbaikan di kawasan Pasar Bastiong, pihaknya juga melakukan tambal sulam atau pemeliharaan rutin jalan, seperti di jalan berlubang yang ada di depan Pelabuhan Semut, jalan berlubang yang dekat dengan Taman Kota Ternate, dan jalan berlubang lainnya itu akan di kerjakan pada tahun 2021 nanti.

Selain diprioritaskan di jalan Kota baru, Bastiong. Jalan yang ada di depan Hotel Sahid Bella sampai dijalan Melatih Kalumata juga menjadi prioritas PUPR. Untuk kegiatan tambal sulam ini sendiri dianggarkan sebesar Rp. 200 juta. Rencananya di tahun 2021 juga ada pekerjaan di Pulau Moti, yakni satu unit jembatan di Kelurahan Tadenas, dan kegiatan tambal Sulam jalan berlubang yang ada disana.

Lanjut Dia, di Moti sendiri tahun ini pihaknya ada kerjakan 6 buah jembatan yakni di Kelurahan Tafaga, Takofi, dan Kelurahan Figur, semuanya dari jembatan kayu diubah menjadi jembatan beton. Ditahun 2021 anggaran yang sudah disahkan oleh Kementerian untuk Moti Kota sebesar Rp. 2,7 miliar untuk perbaikan jalan, dan Rp. 1 miliar untuk pembuatan Jembatan.

Di kota Ternate juga akan ada pembuatan jalan di Takome yang menuju ke tempat wisata. “Itu kan awalnya masih dalam kondisi tanah nnti juga akan di aspal, dan itu anggarannya sebesar 1,29 miliar”, Tutupnya. (Mg03/red)