MOROTAI-PM.com, Dana Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dipinjam oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Morotai ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Senilai Rp 200 miliar dikabarkan dibagi menjadi tiga kegiatan, yakni melalui kegiatan tender infrastruktur jalan dan sekolah yang dianggarkan melalui APBD Perubahan tahun 2020 senilai Rp 94 miliar dan Rp 106 untuk pembayaran proyek yang tidak dibayar di APBD induk 2020 termasuk menutupi defisit.

Kadis Keuangan M Umar Ali ketika ditanyai soal dana PEN 106 miliar diluar dari tender Rp 94 miliar, jika direalisasi tahap pertama hingga ke tiga apakah untuk membayar defisit dan kegiatan lainnya yang belum dibayarkan di APBD induk? dirinya mengakuinya.”Iya.”Kata Ali kepada wartawan tadi.

Menurutnya, masyarakat beranggapan bahwa dana PEN itu dianggarkan pada APBD-Perubahan. Padahal, Dana PEN itu sudah berada di APBD induk 2020.”PEN itu pembiayaannya dari APBD induk, itu pake dana DAU, ada belanja di APBD induk, kan jalan, tidak kebayar, dibayar pake PEN, dia tidak ditender di APBD-P.”jelasnya.

Alasan pembayaran dengan menggunakan dana PEN itu karena terkait proyek yang sudah dikerjakan namun belum dibayarkan. Selain itu menutup defisit.”Dia tidak terbayar karena kan belum selesai tender tender dan lain hal, kemudian yang lalu lalu ngoni pernah tulis yang saya komentar 140 miliarkan defisit, kemudian belum selesai kebawa, termasuk masjid raya dan oukumene juga masuk (anggaran PEN),”ungkap Umar.

“Sisanya di perbub perubahan Rp 94 miliar, masyarakat anggap di APBD perubahan 200 itu bukan, apbd induk belum kebayar, kita lihat APBD perubahan jadi kita lihat di perbub, contoh induk dan perubahan kita baca di perubahan totalnya, ada kegiatan di induk tidak kebayar kita bisa bayar di perubahan pendanaannya dengan PEN.”terang mantan Kabag Ekonomi pemkab Morotai itu.

Ia menambahkan, dengan menggunakan dana PEN dan pendapatan lainnya, maka pada posisi penggunaan anggaran diberlakukan Peraturan Bupati, maka, devisit Morotai tinggal 47 miliar dari total 140 miliar. “Kan setelah pada posisi perbub kan defisitnya tinggal 47 m dari 140 m,”tambahnya. (Ota/red)