LABUHA- PM.com, Sikap tak terpuji dipertontonkan oleh salah satu akun bernama Melin Imel. Akun ini secara terang-terangan menyebut tiga etnis yakni, Bajo, Makian dan Bacan adalah budak. Tak terima generasi muda kesultanan Bacan (Gema Suba) melaporkan akun Melin Imel ke Polres Halasel.
Kepada wartawan Ketua Gema Suba, M Husni Muslim, menegaskan, sebagai etnis Bacan, pihaknya menganggap cuitan tersebut berpotensi konflik yang sangat tinggi. Pasalnya, selama ini perbedaan etnis di Halsel telah dibingkai dalam konsep SARUMA yang menjadi lambang Pemda Halsel dan masyarakat, tentunya menghargai perbedaan adalah wujud dari mengimplementasikan konsep SARUMA.
“Ini jelas tak bisa dibiarkan harus ada efek jera, agar pengguna medsos bijak. Sebab, SARUMA juga berasal dari bahasa Bacan yang artinya ‘satu rumah atau satu atap’ yang makna filosofinya adalah ‘bersaudara’. Hal ini yang harus kita pahami bersama, jangan karena kepentingan sesaat jalinan persaudaraan dan silaturrahim retak dan berantakan. Sebab, agama apapun tidak hanya mengajarkan pada dimensi-dimensi vertikal saja, namun dimensi horisontal juga perlu diimplementasikan,”tandasnya.
Sadar atau tidak cuitan Melin Imel ini telah memperkeruh suasana masyarakat dan politik di Halmahera Selatan. Ia menegaskan, cuitan akun Melin Imel jelas memperkeruh silahturahmi di bumi SARUMA, sehingga wajib hukumnya pelaku dihukum.
Diketahui, laporan polisi yang dilaporkan Ketua Gemasuba, Husni Muslim didampingi Sekretaris Muhlis M.S Ahya dan beberapa anggotan langsung diterima Bripka Muhammad Laimpi dengan tanda rerima pengaduan: STPLP/48/VII/2020/SPKT. (echa/red)



Tinggalkan Balasan