poskomalut, Anggota DPD RI Dr. R. Graal Taliawo fasilitasi audiensi 10 Kepala Dinas Perhubungan se-Maluku Utara dengan Ditjen Hubla Kemenhub, Senin (15/6/2026).
Langkah ini diambil Graal usai turun ke desa-desa dan mendengar banyak keluhan warga soal transportasi laut.
“Maluku Utara daerah kepulauan. Laut adalah nadi kehidupan. Ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan bertumpu pada laut. Mendesak perbaiki sektor ini,” tegas anggota Komite II DPD RI itu.
Audiensi dihadiri Kadishub Halsel, Halbar, Halut, Haltim, Ternate, Plt Kadishub Taliabu, dan Tenaga Ahli Dishub Kepsul. Masing-masing dari mereka membawa data tuntutan ke kementerian.
Kepsul: Tambah trayek Sabuk Nusantara, butuh feri Sanana-Mangoli. Taliabu: Revitalisasi Pelabuhan Tikong dan Bobong agar PELNI bisa sandar. Haltim: Hibahkan Pelabuhan Dobo ke Kemenhub, buka trayek ke Labi-labi, Bololo, Lolobata.
Sementara, Halsel: Revitalisasi Pelabuhan Kawasi. Halut: Buka trayek Loloda-Tobelo, tambah kuota kontainer tol laut. Ternate: Revitalisasi pelabuhan di Batang Dua. Dan, Halbar: Minta KM Dorolonda & KM Nggapulu kembali lintasi Jailolo, tambah tol laut.
Pada kesempatan itu Graal juga kritik kapal subsidi Sabuk Nusantara.
“Kesan publik, yang subsidi banyak kekurangan. Fasilitas kurang layak, kebersihan tak terjaga, sering overcapacity,” kritiknya.
Menurut doktor Ilmu Politik UI itu, penumpang berhak atas keamanan dan kenyamanan.
“Ini prioritas biar masyarakat rasa kehadiran negara,” ujarnya.
Graal menegaskan dirinya bukan tipe “one man show”.
“Teman-teman di daerah lebih paham masalah. Penting buka ruang bagi mereka bicara langsung ke pusat,” ujarnya.
Ia mengaku undangan kepada semua Kadishub Malut tanpa pilah-pilih.
“Setelah terhubung, Malut harus selalu diingat di tiap perencanaan program Kemenhub,” bebernya.
“Kita sudah dipilih jadi wakil daerah. Mari gabung jurus selesaikan masalah publik Malut,” tutup Graal.
Para Kadishub apresiasi langkah Graal yang memboyong mereka ke Jakarta untuk menyampaikan langsung aspirasi mereka ke kementerian terkait.
“Terima kasih fasilitasi kami. Pengalaman luar biasa bisa sampaikan langsung masalah ke pusat,” kata Kadishub Halut.
Perwakilan Kepsul sebut ini pertama kali mereka memperoleh ruang ke pusat.
“Terima kasih sudah koneksikan dengan Dirjen Hubla,” ujarnya.
Perwakilan Taliabu harap ada pertemuan lanjutan dengan Ditjen lain di Kemenhub.
Dirjen Hubla, M. Masyhud mengapresiasi adanya audiensi tersebut. Ia mengatakan “Baru kali ini saya hadapi hampir semua Kadishub satu provinsi. Kesempatan baik bahas masalah komprehensif. Semua catatan sudah kami identifikasi”..
Soal anggaran, Masyhud menyatakan tetap ada upaya akomodasi meski terbatas.
“Tidak semua langsung beres. Disesuaikan prioritas dan anggaran untuk Malut,” jelasnya.
Di sisi lain, Direktur Kepelabuhanan, Anto Julianto tawarkan skema kapitalisasi pelabuhan ke swasta sebagai sumber dana.
Sementara, Direktur LLA Laut bilang, usulan kapal perintis bisa diakomodasi usai verifikasi.



Tinggalkan Balasan