poskomalut, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Maluku Utara bakal mengadakan halal fair 2026.

Agenda ini untuk meningkatkan potensi pasar ekonomi syariah di Maluku Utara hingga pada tingkat nasional. Di mana Maluku Utara ditunjuk sebagai tuan rumah.

Lewat halal fair, potensi Maluku Utara yang mendominasi muslim akan mendorong produk halal hingga pariwisata sebagai ikon untuk jadi promosi tingkat pusat.

“Kegiatan tahun ini mengusung tema “Halal Sinergi Membangun Ekonomi Syariah Mandiri,” kata Kepala Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara, Handi Susila saat memaparkan materi di pertemuan media breafing, Kamis (26/2/2026).

Menurutnya, strategi pengembangan difokuskan pada tiga pilar utama: penguatan Halal Value Chain (HVC), penguatan sektor keuangan syariah, serta optimalisasi dana sosial syariah dan literasi ekonomi syariah.

“Kami menghadirkan rangkaian kegiatan komprehensif, mulai dari aspek edukasi hingga layanan langsung yang menyentuh kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha,” jelasnya.

Acara ini juga akan menampilkan kolaborasi khusus fashion show dengan Mayana EcoPrint pada prosesi pembukaan yang melibatkan Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Kota Ternate.

Handi berharap sinergi lintas instansi ini dapat meningkatkan daya saing produk lokal di pasar nasional maupun global.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi panggung promosi bagi produk-produk unggulan lokal agar lebih berdaya saing,” jelasnya.

Terpisah, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Fadhil Muhammad menambahkan lewat halal fair ini akan berlangsung mulai 4-7 Maret 2026 di dhuafa center Ternate.

Dia juga mengaku dengan dipilihnya Maluku Utara sebagai tuan rumah dalam agenda tersebut merupakan salah satu kebanggaan untuk bisa mempromosikan ikon Maluku Utara.

Lewat produk-produk halal hingga ke pasar tingkat nasional maupun global dimana Maluku Utara sebagai salah satu Provinsi dengan produk yang halal.

“Hal ini karena sejalan dengan kita di Maluku Utara muslim mendominasi jadi ini jadi ikon kita untuk promosi produk halal kita hingga ke tingkat nasional,” katanya.

Muhammad juga mengaku dengan kegiatan ini ada beberapa poin utama yang akan didorong yakni bisa meningkatkan halal folucen mulai dari produk-produk UMKM dan sebagainya.

Hal itu agar brending ekonomi syariah di Maluku Utara bisa meningkat hingga ke tingkat nasional.

Dengan begitu pasar halal dari Maluku Utara bisa dikenal luas seperti di negara-negara muslim.

“Olehnya itu lewat halal fair ini bisa terciptanya halal folucen khusus di kota Ternate hingga ke pasar internasional dari produk halal dari Maluku Utara,” bebernya.

Di samping itu, Bank Indonesia Maluku Utara juga akan berupaya mengajak masyarakat agar bisa memanfaatkan ekonomi syariah dalam kehidupan sehari-hari.

“Antara lain penguatan literasi ekonomi syariah dan literasi keuangan, hal ini sejalan dengan program pusat sebagai pusat industri halal dunia, tentu dari Maluku Utara juga kita ingin program tersebut tercapai salah satunya yang akan kita lakukan ini,” jelasnya mengakhiri.

Berikut Agenda Halal Fair 2026 di Maluku Utara

-Sambutan Gubernur Maluku Utara Sherly Laos.

-Launching zona khas di pantai Tolire Ternate dan pantai Sulamadaha.

– Gerakan Maluku Utara Sertifikat Halal Gratis atau Gemas Hati.

– Fashion show.

– Talk Show, business plan, lomba cerdas cermat.

– Penukaran uang rupiah serambi, Talk Show cinta bangga paham rupiah qris.

– Lomba dakwah, lomba halo Chef.

– Edukasi literasi eksen, pengumuman pemenang lomba hingga buka puasa bersama.

– Bazar UMKM baik binaan dan UMKM di Ternate.

– Dan sejumlah kegiatan UMKM lainya akan ikut ditampilkan.

Kegiatan ini akan melibatkan semua unsur mulai dari Pemerintah Provinsi hingga Pemerintah Kota dan para semua pelaku usaha dan UMKM di Maluku Utara.

Mag Fir
Editor