TERNATE-PM.com, Tahapan rekapitulasi hasil Pemilihan Walikota Ternate 2020, masih di tingkat kecamatan. Meski begitu, para kandidat mengklaim sudah mengantongi data keseluruhan pemilihan yang digelar pada 9 Desember 2020 ini, berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) dari masing-masing tim paslon. Ini tidak terkecuali Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 03 Muhammad Hasan Bay dan Muhammad Asgar Saleh (MHB-GAS).

Calon Walikota Ternate MHB, dalam konferensi persnya, Jumat (11/12/2020) menyebutkan, berdasarkan hasil quick count 100 % data masuk dari lembaga survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 01 Merlisa Marsaoly-Juhdi Taslim (MAJU) 21,80 %, Paslon nomor urut 02 Tauhid Soleman-Jasri Usman (TULUS) 29,17 %, Paslon nomor urut 03 Muhammad Hasan Bay-Muhammad Asgar Saleh (MHB-GAS) 29,28 % dan Paslon nomor urut 04 Yamin Tawari-Abdullah Taher (Tamin-Ada) 20,47 %.

Sementara data dari Badan Saksi Nasional (BSN) Partai Golkar dan Media Center MHB-GAS masing-masing paslon meraih suara sebagai berikut; Paslon nomor urut 01 Merlisa Marsaoly-Juhdi Taslim (MAJU) 21,32 % atau dengan perolehan 19.970 suara, Paslon nomor urut 02 Tauhid Soleman-Jasri Usman (TULUS) 28,92 % atau 27.093 suara.

“Untuk Paslon nomor urut 03 Muhammad Hasan Bay-Muhammad Asgar Saleh (MHB-GAS) 29,27 % atau 27.418 suara dan Paslon nomor urut 04 Yamin Tawari-Abdullah Taher (Tamin-Ada) 28,75 % dengan perolehan suara 17.561,” sebutnya.

Selanjutnya, untuk jumlah suara yang rusak (suara tidak sah) 1.630 atau dengan persentase 1.74 %. Bahwa partisipasi pemilih Kota Ternate sebesar kurang lebih 79.98 % dengan jumlah suara sah 93.671 suara. Jadi selisih suara pemenang pertama dan kedua adalah 325 suara atau 0,35 %.Olehnya itu, pihaknya kata dia menghimbau kepada seluruh pendukung dan relawan, serta simpatisan partai pengusung dan pendukung untuk tetap menjaga kekompakan dan tali silaturahmi agar suasa ini di nodai dengan tindakan-tindakan anarkis dan mengganggu situasi ketertiban dan keamanan masyarakat di Kota Ternate.

“Mohon dikawal kemenangan ini karena ada potensi kecurangan yang dilakukan secara terstruktur sistematis dan masif. Selaku kandidat pemenang, juga mengimbau kepada teman-teman kandidat lain untuk menenangkan pendukungnya masing-masing, demi menjaga keamanan dan ketertiban sehingga daerah ini benar-benar kondusif,” tandasnya. (Agh/red)