TERNATE-PM.com, Pemuda Masyarakat Hiri Kota Ternate, Senin, (02/03/2020) melakukan aksi terkait fasilitas pelabuhan yang dinilai hingga saat ini tidak ditangani serius oleh pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate. Aksi yang dilakukan oleh massa, berlangsung di pelabuhan penyebrangan Hiri-Sulamadaha, kelurahan Togolobe, kecamatan Pulau Hiri, kota Ternate.
Koordinator Lapangan (Korlap) Wawan Ilyas mengatakan, enam tahun lamanya masyarakat pula Hiri diberikan janji palsu oleh Pemkot Ternate. Semenjak 2015, pelabuhan penyebrangan Sulamadaha-Pulau Hiri tidak pernah terselesaikan. Fakta yang terjadi bahwa Jikomalamo yang sebelumnya direncanakan sebagai lokasi pelabuhan utama, justru saat ini hanya dinikmati oleh seorang pengusaha, dan di lain sisi beralih fungsi menjadi objek wisata. “Sebagaimana yang tertera dalam dokumen pengadaan Nomor 600/343/.a/DOKPPENG/ULP/DPU-KT/2015 tanggal (21/09/2015), proyek di bawah Dinas Perhubungan Kota Ternate dipegang oleh Apak, salah satu penguasa berdarah Cina di Ternate yang bergerak di multi sektor,” ungkapnya.
Wawan menambahkan, Apak menangani dermaga tambatan perahu, sedangkan Adam Marsaoli di bawah Dinas Pekerjaan Umum (PU) menangani akses jalan masuk ke lokasi dermaga. Proyek dermaga tambatan perahu dari tahun 2015 dengan anggaran Rp.800 juta (Data Nurkholis Lamau, 2017) sampai sekarang tidak difungsikan secara resmi sebagai pelabuhan menuju pulau Hiri.”Persoalan pelabuhan pulau Hiri terhitung sudah tiga kali kami lakukan aksi demonstrasi di kantor Wali Kota Ternate dan DPRD, hasilnya bersifat penipuan dan pembodohan yang diberikan Pemkot Ternate terhadap Masyarakat pulau Hiri,” kesalnya.
Menurutnya, selain masalah pelabuhan, terdapat beberapa hal yang perlu di sampaikan juga, dan hal tersebut menjadi tuntutan masa pada aksi kali ini diantaranya alokasi Anggaran Pembangunan pelabuhan pulau Hiri di tahun 2020, Pemerintah segera melakukan survei pelabuhan di lokasi Bane Igo (Sulamadaha), pembangunan Kantor KUA Kecamatan Pulau Hiri, Pembangunan Pagar Pembatas jalan, Sayahbandar Perhubungan Sulamadaha-pulau Hiri, UPTD Pendidikan pulau Hiri, Aktifkan Pasar Pulau Hiri, Pemerataan air bersih di Pulau Hiri, Pemkot Ternate harus perhatikan tenaga pengajar yang ada di pulau Hiri. “Jika tuntutan utama masyarakat Hiri tidak di akomodir pemkot ataupun tidak ada kejelasan atas problem yang dimaksud, maka seluruh pemuda dan mahasiswa akan mengadakan konsolidasi besar-besaran tolak pemilihan Wali Kota 2020 di pulau Hiri dan akan melakukan aksi dengan jumlah masa yang lebih banyak,” tegasnya. (OP/red)


Tinggalkan Balasan