TOBELO-PM.com, Lantaran kecewa ayam peliharaannya hilang, seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Ripka Manopo asal Desa WKO, Kecamatan Tobelo Tengah Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Rabu (25/11) pukul 01.00 dini hari mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Korban ditemukan dalam keadan tergantung, tepatnya Desa Kali Upa, Kecamatan Tobelo Tengah.
Sebelumnya korban gantung diri, pada Sabtu (21/11) pukul 22.00 wit, korban sempat saling adu mulut dengan adiknya Nortalita Momongan, karena korban menuduh adiknya telah menjual ayam-ayamnya. Bahkan Korban mengejar adiknya, dan pada akhirnya terjadi pertengkaran, namun setelah dimediasi oleh Donald. Korban meminta maaf pada adiknya melalui Inbox Facebook.

“Sebelumnya saya liat korban dan adiknya dorang baku marah, terus korban mengejar adiknya sampai ke rumah Donald. Kemudian Donald kase mediasi dorang dua pe pertengkaran, abis mediasi korban lansung minta maaf, tapi pada besoknya saat datang di TKP saya lihat dia sudah dalam keadaan tergantung, kemudian saya keluar rumah dan memanggil orang-orang yang ada disekitar TKP untuk evakuasi korban,”Ujar Saksi Mata Rita Rabu (25/11).

Sementara Suami Korban Yohanes Mateng menjelaskan, hari Sabtu tanggal 21 November 2020, sekitar pukul 18.00 wit, saat itu saksi baru pulang bawa bentor dan ketika sampai di rumah, korban marah-marah mengenai ayam-ayamnya yang hilang dan menuduh adiknya yang menjual.

“Tetapi masalah tersebut sudah sudah diselesaikan. Kemudian pada hari Rabu 25 November 2020, sekitar pukul 01.00 wit korban meminta ijin ke Desa Kaliputu untuk mengambil bambu dan saksi menawarkan untuk mengantar korban, tetapi korban tidak mau kemudian korban berpesan kalau saya tidak ada jangan tangisi, saya akan pergi jauh, bersamaan korban keluar dari rumah menujuh desa kali pitu, setelah besok harinya yakni pada hari Rabu sekitar pukul 08.00 wit saksi menujuh desa Kaliputu dan setelah sampai di rumah kebun, saksi melihat korban sudah dalam keadaan gantung diri,” Ujarnya.

Terpisah Kasubag Humas Polres Halut Iptu Mansyur Basing membenarkan, setelah menerima laporan pada pukul 08.30 wit, piket Polsek Tobelo bersama piket Reskrim Polres, dan anggota identifikasi mendatangi TKP selanjutnya melakukan olah TKP, Terima Laporan. Turun dan Olah TKP, mengumpulkan dan mencari keterangan saksi-saksi.

Keluarga korban menolak untuk dilakukan visum dan menolak dilakukan outopsi. Suami korban membuat surat pernyataan untuk tidak ditindaklanjuti peristiwa terjadinya gantung diri tersebut. “Sampai pada Rabu ini, Sudah 12 Kasus gantung diri di wilayah Halut,” Akhirinya.(Mar/red)