TIDORE-PM.com, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Senin ( 18/1) pagi, resmi melaksanakan vaksinasi Covid-19. Pejabat yang divaksin pertama yakni Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Abdurrahim Achmad.
Pelaksanaan vaksinisasi covid-19 ini dicanangkan langsung Wali Kota Tidore Kepulauan Capt. H Ali Ibrahim, di sela-sela apel gabungan di halaman Kantor Wali Kota Tidore. “Saya mengimbau seluruh warga agar jangan takut divaksin, tapi takutlah bila kita terkena penyakit. Dengan divaksin berarti bukan hanya melindungi diri kita sendiri, akan tetapi tidak langsung melindungi keluarga kita, tetangga, rekan kerja dan masyarakat lainnya,”kata Ali Ibrahim.
Ali Ibrahim, juga menekankan vaksin covid-19 merk Sinovac yang dipakai sudah melalui uji klinik di Bandung dan beberapa negara. Vaksin ini juga sudah mengantongi rekomendasi suci dan halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan mendapatkan izin penggunaan dari Balai POM. “Bapak dan ibu harus yakin bahwa apa yang dilakukan oleh pemerintah adalah untuk kebaikkan masyarakatnya,” ungkap Ali Ibrahim.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore, dr. Abdullah Maradjabessy, menjelaskan pada hari perdana yang sudah divaksin yakni pejabat publik dan tenaga kesehatan yang berjumlah 11 orang. Adapun beberapa pejabat belum divaksin karena masih dalam status tunda, disebabkan pada tahap kedua atau skrining kesehatan mereka tidak lolos, namun akan dijadwalkan kembali untuk menerima vaksin.
Seperti diketahui proses vaksinasi memiliki empat alur tahapan. Tahap pertama pendaftaran, tahap kedua skrining atau pemeriksaaan kesehatan oleh tenaga dokter spesialis. Sedangkan tahap ketiga vaksinasi dan tahap keempat pencatatan dan observasi selama 30 menit.
Daftar penerima vaksin covid-19 perdana di Kota Tidore Kepulauan yakni pimpinan OPD, anggota DPRD dan tenaga kesehatan, yakni Abdurrahim Achmad, Abdul Rasyid, Muhammad Abubakar, dr. Fahrizal Maradjabessy, Abd Karim Salasa, Abdulrahman Arsad, Murad Polisiri, Saiful Salim, Elly Kasim, Atmo Sudarmanto, dan Muslihin. ’’Tahap selanjutnya tenaga kesehatan di tiap Puskesmas dan rumah sakit di Kota Tidore Kepulauan,’’ papar Abdullah.(mdm/red)

Tinggalkan Balasan