poskomalut, Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar menyampaikan realisasi ealisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga triwulan IV tahun 2025 mencapai Rp129 miliar dari target Rp152 miliar.

Capaian PAD tahun 2025 mengalami peningkatan Rp23 miliar. Dibandingkan tahun sebelumnya, realisasi hanya mencapai Rp106 miliar dari target Rp163 miliar.

Menurutnya, dengan sisa waktu hingga akhir tahun anggaran, realisasi PAD 2025 masih berpotensi meningkat hingga Rp130 miliar.

Ia menyebut peningkatan tersebut merupakan hasil kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) pengelola PAD.

Meski begitu, wakil wali kota mengakui masih terdapat OPD yang belum menunjukkan peningkatan signifikan.

Nasri menerangkan, peningkatan PAD pada tahun mendatang memerlukan kerja sama dan koordinasi antara OPD pengelola PAD, wajib pajak, serta pihak terkait lainnya.

Lebih lanjut wakil wali kota menjelaskan, salah satu tantangan dalam pengelolaan PAD, belum optimalnya pembaruan data potensi pendapatan daerah.

Pasalnya, data potensi yang akurat diperlukan sebagai dasar penetapan target PAD tahun berikutnya.

Sebagai daerah dengan karakter kota perdagangan dan jasa, Ternate memiliki potensi PAD yang cukup besar.

Namun, optimalisasi potensi tersebut memerlukan perencanaan berbasis data.

Selain pembaruan data, Nasri menyebut digitalisasi menjadi salah satu strategi yang disiapkan untuk meningkatkan PAD ke depan.

“Digitalisasi diharapkan diterapkan pada sistem transaksi dan pengelolaan sumber-sumber PAD,” harap Nasri.

Dirinya menambahkan, penerapan transaksi nontunai dapat mendukung transparansi dan efektivitas pengelolaan pendapatan daerah.

“Pemerintah Kota Ternate menargetkan penerapan digitalisasi dapat mulai dioptimalkan pada tahun 2026,” tukasnya.

Mag Fir
Editor