MOROTAI-PM.com, Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kabupaten Pulau Morotai telah menghabiskan anggaran sebesar Rp 200 juta untuk belanja Alat Tulis Kantor (ATK), Sosialisasi tingkat desa dan penyusunan soal oleh Tim Seleksi (Timsel).

“Rp 200 juta yang sudah terpakai itu Rp 30 juta untuk ATK, sosialisasi serta pembentukan ditingkat desa, terus Rp 170 juta untuk penyusunan soal tes oleh tim seleksi (Timsel) juga sudah cair. Tersisa sebesar Rp 33 juta sekian diperuntukan kotak suara (logistik) karena saat ini belum masuk tahapan ke situ,”ungkap Kadis PMD Morotai Marwan Sidasi, kepada awak media, Selasa (3/8/2021).

Menurutnya, anggaran untuk pelaksanaan kegiatan Pilkades secara total adalah Rp 233 juta, dengan demikian, sisa anggaran yang ada saat ini tinggal Rp 33 juta. Sementara anggaran sebesar Rp 200 juta sudah terpakai.”Rp 233 juta, tinggal 33 juta untuk kita siapkan logistik,”katanya.

Ditanya kembali apakah sisa anggaran Rp 33 juta itu bisa membiayai seluruh tahapan Pilkades nanti. Dirinya mengaku bisa sampai selesai.

“33 juta itu kita siapkan untuk logistik saja. Kan yang lain anggaranya ada di panitia ditingkat desa, jadi saya rasa cukup.”jelasnya

Terkait sisa anggaran Rp 33 juta untuk Pilkades secara serentak di kabupaten Morotai. Indra Lesang, yang juga berprofesi sebagai akademisi Unipas Morotai. Menyayangkan jika anggaran pilkadas tinggal 32 juta. Pasalnya, dalam pandangan Indra, tahapan Pilkades masih panjang sehingga bakal menjadi masalah dikemudian hari.

“Ini juga problem. Namanya beranggaran harus terencana. Tahapan-tahapan Pilkades sudah tentu mempunyai rap anggaran, apapun belanjanya Pilkades harus sesuaikan dengan rap anggaran. Mencermati pemakaian anggaran yang total 170 juga untuk tahapan seleksi Timsel juga patut di soroti, karena penggunaannya besar,” cetus Indra.

“Semoga saja tidak ada tahapan-tahapan pilkades yang bermasalah sebab dengan anggaran yang tersisa itu bisa digunakan sampai selesai tahapan,”harapnya. (Ota/red)