TALIABU-PM.com, Proses pembangunan tanggul penahan banjir di Kabupaten Pulau Taliabu, khususnya Desa Pencado, Kecamatan Taliabu Selatan (Talsel) sudah masuk tahap perencanaan.
Bantuan ini diberikan kepada Desa Pencado yang ditimpa musibah banjir sejak 2017, 2018 dan 2019 lalu yang menyebabkan puluhan rumah tergenang. Pada awal tahun 2020 ini desa tersebut mendapat anggaran rehab recon pembangunan tanggul penahan banjir sebesar Rp 4 miliar, melalui Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Kabupaten Pulau Taliabu, dan program tersebut sudah masuk tahapan perencanaan.
Kepala BPBD Kabupaten pulau Taliabu, Sutomo Teapon, saat dikonfirmasi kemarin mengatakan untuk proyek pembangunan tanggul penahan banjir di Desa Pencado tahun ini sebesar Rp 4 miliar, dan baru diproses pencairannya untuk item kegiatan perencanaan. “Baru perencanaan itu, 4 miliar (proyek penahan banjir Pencado),”singkatnya.
Keterlambatan pembangunan tanggul penahan banjir di Desa Pencado menyebabkan warga Pencado kembali resah akibat hujan deras beberapa hari terakhir. Warga berharap pemerintah dapat melakukan percepatan pembangunan secara efektif dan efisien sampai ke tingkat desa, agar masyarakat tidak menjadi korban akibat lambatnya pembangunan.
“Kami sangat menaruh harapan kepada pemerintah daerah, kalau memang betul anggarannya sudah ada harus segera dilaksanakan. Pemerintah harus cepat terutama soal penyediaan tembok penahan banjir di Desa Pencado. Jika pemerintah tidak cepat maka masyarakat yang jadi korban,”ucap Anwar, warga setempat.
Informasi yang dihimpun media ini, warga Desa Pencado juga mengharapkan adanya pembangunan jembatan penghubung yang layak antara Desa Pencado dan Desa Maluli, karena jembatan swadaya masyarakat yang menghubungkan dua desa tersebut sudah roboh akibat banjir.(Cal/red)



Tinggalkan Balasan