poskomalut, Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Ahlan Djumadil memimpin rapat persiapan lomba Adipura serta implementasi Program Makanan Bergizi Gratis.
Pertemuan digelar di ruang rapat bupati dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), juga perwakilan Satgas Penuntasan Sampah, Kamis (28/08/2025).
Dalam rapat tersebut Ahlan Djumadil menekankan pentingnya komitmen bersama agar Weda tidak lagi berada pada kategori kota dengan predikat kotor.
“Salah satu indikator kunci dalam penilaian Adipura adalah larangan keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar,” bebernya.
Menurutnya, berdasarkan pemetaan, terdapat 20 titik TPS liar di Halmahera Tengah. Termasuk kawasan Lokulamo yang memiliki sedikitnya lima titik.
Seluruh titik ini menjadi tanggung jawab bersama pemerintah daerah, satgas, dan masyarakat untuk dituntaskan.
Target yang dipatok, pada minggu ke-3 September 2025, TPS liar di seluruh kecamatan sudah harus dibersihkan dan ditata ulang.
“Tidak boleh ada lagi TPS liar. Kita harus disiplin, karena ini akan menjadi tolok ukur utama penilaian Adipura,” kata Wabup Ahlan.
Lanjutnya, pemasangan spanduk larangan di titik rawan pembuangan sampah liar. Pemasangan CCTV sebagai upaya pengawasan. Patroli rutin dan pengawasan petugas. Penegakan sanksi administrasi dan pidana lingkungan hidup bagi pelanggar
Selain itu, kondisi 11 kontainer yang rusak akan segera diatasi, sambil memperkuat pelayanan sampah terpilah dan optimalisasi Bank Sampah yang sudah terbentuk.
Wakil Bupati juga menambahkan, Dinas Lingkungan Hidup juga memaparkan bahwa skenario menuju Adipura 2026 mencakup: Penanganan sampah minimal 70%.
Pengurangan sampah hingga 30% melalui pemilahan dari rumah tangga.
Berikutnya, transformasi TPA Fidi Jaya menuju sistem Sanitary Landfill. Dan, penuntasan TPS liar dengan penataan kembali menjadi ruang publik atau taman desa
Wakil Bupati juga mengingatkan bahwa setiap orang rata-rata menghasilkan 0,5 kg sampah organik per hari, sehingga kesadaran masyarakat untuk memilah sampah menjadi kunci keberhasilan.
Selain membahas persiapan Adipura, rapat juga menyinggung implementasi Program Makanan Bergizi Gratis yang merupakan bagian dari agenda nasional.
Sekda menekankan bahwa program ini akan bersinergi dengan upaya penanganan sampah, mengingat sebagian besar sampah di Halteng berasal dari sisa makanan rumah tangga.
Ia berharap dengan keterpaduan program kebersihan lingkungan dan gizi masyarakat, diharapkan Kabupaten Halmahera Tengah mampu mewujudkan lingkungan yang bersih sekaligus meningkatkan kualitas hidup warganya.
Rapat ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk bekerja ekstra dalam menuntaskan 20 TPS liar, memperbaiki sistem pengelolaan sampah, serta menyukseskan Program Makanan Bergizi Gratis.
“Target jangka pendek adalah meraih sertifikat Adipura pada tahun 2026, dengan langkah nyata yang dimulai dari kesadaran masyarakat hingga penegakan hukum,” tukasnya.


Tinggalkan Balasan