poskomalut, Dinas Pertanian (Distan) Maluku Utara memastikan bahwa pelaksanaan program jalan tani dari Pokok Pikiran (Pokir) DPRD tahun anggaran 2025 akan dilakukan dengan metode swakelola, bukan lagi melalui sistem kontraktual.

Hal ini disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas Kepala Distan Malut, Anwar Husen saat ditemui di Sofifi, Rabu (9/7/2025).

“Pokir DPRD tetap ditangani oleh Dinas Pertanian. Hanya saja, mekanisme pelaksanaannya kini beralih dari kontraktual ke swakelola. Kami tinggal menunggu arahan dari DPRD terkait titik sasaran masing-masing, “jelas Anwar.

Ia menegaskan bahwa program-program hasil pokir para anggota dewan akan tetap diakomodasi sesuai dengan aspirasi dari daerah pemilihan masing-masing.

Pihaknya akan memprioritaskan usulan tersebut, tanpa mengesampingkan kebijakan teknis yang telah dirancang oleh dinas.

“Tahun ini target proyek jalan tani secara keseluruhan adalah sepanjang 50 kilometer.”

“Namun, karena keterbatasan alat dan faktor cuaca, kami realistis menetapkan capaian 20 kilometer dulu, “ujarnya.

Untuk mendukung realisasi program tersebut, Anwar mengungkapkan bahwa Dinas Pertanian telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp8,6 miliar untuk pengadaan alat berat, seperti excavator, bomag, traktor dan mobil dump truck roda empat. Semua pengadaan dilakukan melalui sistem belanja e-katalog.

“Saat ini kami sedang mencari penyedia alat berat yang mampu mengirimkan unit paling cepat ke Maluku Utara.”

“Begitu tersedia, kami langsung lakukan proses pengadaan melalui e-katalog,” tambahnya.

Anwar berharap, dengan sistem swakelola ini, pelaksanaan program jalan tani akan lebih fleksibel dan responsif terhadap kondisi lapangan, khususnya faktor cuaca yang kerap menjadi tantangan dalam pengerjaan infrastruktur pertanian.

“Dengan pendekatan yang lebih adaptif ini, kami optimis jalan tani sebagai salah satu program strategis dalam peningkatan produktivitas pertanian bisa berjalan efektif dan tepat sasaran di seluruh wilayah provinsi, ” tandas Anwar.

Mag Fir
Editor