TERNATE-PM.com, Pemerintah Kota melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Disperkim) Kota Ternate telah membayarkan uang pergantian lahan sepak bola di Kelurahan Ubo-Ubo Kota Ternate, sebesar Rp. 1,3 miliar. Namun pasca pembayaran lahan sampai saat ini belum ada proses pekerjaan.
Farida R Muhammad, Lurah Ubo-ubo saat dikonfirmasi poskomalut.com, beberapa hari lalu melalui via handphone mengatakan, belum mengetahui persis awal mula kesepakatan rapat antara pihak kelurahan, Dispora dan pemuda Ubo-ubo, karena pada saat itu Ia belum menjabat sebagai lurah.
Pergantian lahan sudah ada, tempatnya di Rt. 13 kelurahan Tabona, sementara ini lahan tersebut masih dalam kepengurusan sertifikat.
“Kalau proses pekerjaan lapangan memang belum di laksanakan, karena saya masih mau rapatkan dulu persoalan ini bersama tokoh masyarakat,tokoh agama dan tokoh pemuda untuk mencari solusi sebagai langkah terbaik menyelesaikan polemik ini, saya juga kurang tahu persis kesepakatan tersebut,”tandasnya.
Rudi djafar Lurah Tabona, secara terpisah saat ditemui, membenarkan, pada saat itu memang ada pertemuan antara pihak lurah Ubo-Ubo, Dispora Kota Ternate dan sejumlah tokoh masyarakat maupun pemuda, dengan hasil kesepakatan sebelum gedung olah raga dibangun di lapangan ubo-ubo maka harus ada lapangan pengganti.
Lahan tersebut sudah ada di Rt.13 kelurahan Tabona dibayarkan ke pemilik lahan melalui Disperkim sesuai dengan tupoksinya. Pembayaran lahan senilai Rp. 1,3 miliar, yakni 1 miliar untuk pemilik lahan dan Rp.300 juta untuk pihak ke 3/perantara yang mencari lahan.
“Jadi tugas disperkim hanya membayar bukan melakukan penggusuran lahan,”ujarnya.
Saat ini belum penggusuran lahan karena masih proses balik nama agar sertifikatnya bisa diserahkan ke pemuda melalui rapat nanti. “Yang jelas sekarang ini masih diupayakan pendekatan dengan instansi terkait untuk pekerjaan lapangan,” ujarnya, Selasa ( 29/12/2020).
“Namun yang saya sesalkan saat ini dari pihak pemuda tidak pernah komunikasikan dengan pihak kelurahan maupun Disperkim, agar bisa mengetahui pokok permasalahannya, sebab selama ini saya amati pemuda hanya mengeluh lewat Medsos (Facebook),” pungkasnya.(Mg02/red)

Tinggalkan Balasan