SOFIFI-PM.com, Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Malut terus mendorong pembangunan infrastruktur, baik jalan, jembatan, irigasi, sanitasi dan air minum untuk kebutuhan masyarakat.
Untuk pembangunan jalan sendiri sampai tahun 2020 sudah mencapai 52,23 Persen dari total ruas jalan provinsi 1.276 kilo meter (km) atau yang sudah dibangun dengan tingkat kemantapan jalan itu sepanjang 666.88 km yang tersebar di sepuluh kabupaten/kota di Malut.
”alhamdulillah di Pemerintah Gubernur Malut KH Abdul Gani Kasuba dan M Yasin Ali, pembangunan jalan sudah capai 52,23 Persen, ditargetkan 60 sampai 70 persen,”hal ini disampaikan Kepada Dinas PUPR Malut Santrani Abusama saat memberikan keterangan pers di ruang rapat Dinas PUPR Malut, Selasa (5/1/2021)
Santrani mengaku bahwa pembangunan infrastruktur jalan dengan menggunakan APBD tidak bisa, sehingga Pemprov Malut melakukan pinjaman ke PT SMI untuk pembangunan jalan dan jembatan kurang lebih 80 kilometer.”penjiman itu untuk pembangunan jalan provinsi, di beberapa ruas yang ada di kabupaten/kota,”katanya.
Selain itu untuk pembangunan irigasi yang dibangun PUPR Malut di tahun 2020 dengan rasio luas daerah di bawah kewenangan provinsi jaringan irigasi sudah capai 39,53 persen.”pembangunan irigasi yang bagus itu PUPR Malut itu dibeberapa kabupaten diantaranya di Kobe Halmahera Tengah dan di kabupaten lainnya,”bebernya.
Lanjut Ketua Wilayah Pemuda Pancasila Malut itu menuturkan dinas Dinas PUPR Malut tidak hanya fokus pembangunan jalan dan jembatan saja, namun juga pembangunan sanitasi rumah tangga mencapai 67 persen selain itu air bersi sebagai kebutuhan masyarakat dalam rumah tangga sudah capai 68,4 persen.”insyah Allah, selama Gubernur Malut mempercayakan pada saya sebagai Kadis PUPR akan terus mendorong pembangunan infrastruktur, sehingga masyarakat bisa merasakan,”harapnya.
Santrani juga mengaku saat ini fokus menata Sofiifi sebagai ibu kota provinsi, pasalnya tahun ini Malut akan jadi tuan rumah pelaksanaan STQ Nasional.”saat ini kami fokus pembangunan mesjid Raya Sofifi sebagai pusat pelaksanaan STQ Nasional, dan menata kawasan Sofifi dan Alhamdulillah, untuk tahap pertama struktur bangunan utama dan Kuba pembangunan selesai, tahap berikutnya pembangunan dinding, lantai, kuseng dan beberapa bagian lainnya akan dikerjakan tahap berikutnya,”ungkapnya.
Ia berharap pada masyarakat, serta pihak-pihak terkait untuk selalu mendukung pembangunan infrastruktur di provinsi Malut, fasilitas yang telah dibangun pemerintah dapat dijaga.”saya minta dukungan dari masyarakat dan pihak terkait untuk tercapainya pembangunan infrastruktur di provinsi Malut,”harapnya.(iel/red)

Tinggalkan Balasan