LABUHA-PM.com, Ratusan pedagang barito kembali mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halmahera Selatan (Halsel) dengan membawa barang dagangan dan ditumpahkan di halaman gedung wakil rakyat itu, Kamis (25/2/2021).
Kedatangan para pedagang barito ketidak lain untuk menyampaikan kekesalan terhadap aktivitas penjualan di pasar Saruma Central Businiss District (SCBD) Desa Tuwokona Kecamatan Bacan Selatan yang semakin kolaps (menurun) akibat sepi dari pengunjung (pembeli) dikarenakan lokasi pasar tersebut terlalu jauh.
“Tong so tusu ngoni kong ngoni so dudu di kursi putar, baru ngoni kase tinggal tong taputar bae-bae di luar pagar tu,” teriak salah satu pedagang barito dengan nada kesal.
“Biar tong masi ‘batusu’ di dalam kamar lagi, untuk ngoni saja tu tong kaluar la tusu ngoni dulu,” timpal salah seorang pedagang dengan nada candaan.
Aksi yang berlangsung di depan Kantor DPRD Halsel tersebut mendapat tanggapan dari Komisi II untuk dilakukan hearing terbuka dengar pendapat yang dipimpin langsung Ketua Komisi II Gufran Mahmud.
Ramli Mubarak yang juga koordinator aksi pedagang barito mengatakan, berkaitan dengan permasalahan pasar, sudah berjalan kurang lebih 6 bulan dan berulang kali melaksanakan rapat dengan pemerintah dalam hal ini Instasi terkait.
“Kami juga sudah pernah melakukan rapat bersama dengan sekertaris daerah, dinas perhubungan, Disperindag. Namun, apa yang kita bahas bersama tidak terlaksana sesuai dengan hasil pertemuan,” beber Ramli.
“Untuk itu, kami meminta peran DPRD dalam hal ini komisi II untuk segera mencari solusi dengan pemda sehingga kami para pedagang tidak dirugikan,” pintanya.
Ramli menuturkan, pihaknya bangga dengan kondisi p asar higienis Saruma Central Distic Bisnis (SCBD) Tuwokona yang disediakan pemerintah namun tidak sebanding dengan pendapatan dikarenakan banyaknya pasar liar yang tersebar di pusat keramaian.
“Kami tetap berjualn di pasar lama, di Desa Tembal Kecamatan Bacan Selatan apabila belum ada solusi dari pemerintah. Kami juga meminta agar pemda menertibkan para pedagang liar karena sangat mempengaruhi,” pintanya lagi.
Sementara, Ketua Komisi II Gufran Mahmud mengatakan, DPRD dalam beberapa hari ini memiliki agenda yang padat sehingga awalnya disepakati hari Kamis untuk melaksanakan pertemuan dengan pedagang barito tertunda.
“Terkait dengan aspirasi pedagang baik barito maupun pedagang ikan sudah kami agendakan pada hari Selasa 2 Maret 2021 untuk rapat bersama pedagang dan pemda. Dan, keinginan pedagang untuk berjualan di Desa Tembal bukan ranah kami (DPRD) untuk menyetujui atau menolak nanti hasilnya pada hari selesa pekan depan pada saat rapat dengan pemda,” tegasnya.
Diketahui, bukan kali pertama para pedagang melakukan aksi protes, pada Selasa (23/2/2021) kemarin, para pedagang barito sudah mendatangi Kantor DPRD Halsel dengan membawa barang dagangannya guna bertemu dengan wakil rakyat. Namun, kedatangan mereka tidak mendapat tanggapan dan solusi dari para wakil rakyat. (Bar/red)


Tinggalkan Balasan