poskomalut, Pemda Pulau Morotai menanggapi positif demo yang dilakukan puluhan mahasiswa menolak tambang pasir besi masuk di Kecamatan Morotai Jaya (Morja).
Saat hearing terbuka dengan Aliansi Morotai Jaya Tolak Tambang, Bupati Rusli Sibua, mengungkapkan dirinya pernah menghentikan aktivitas pertambangan pasir besi di Morotai.
Bupati menyebut, bukti material pasir besi pernah ditampung di Desa Bere Bere, Morotai Utara.
“Soal komitmen pemda itu sudah terlihat sejak tahun 2012 di masa pemerintahan saya, yang menghentikan penambangan pasir besi tersebut,” ungkap Rusli saat hearing dengan demonstran di kantor Bupati Morotai, Senin (29/9/2025).
Di hadapan puluhan massa aksi, Rusli kembali menjelaskan, bahwa di 2012, kewenangan untuk menghentikan perusahaan yang masuk di Morotai masih bisa dilakukan didaerah.
Namun, karena saat ini terjadi perubahan regulasi, pihaknya harus berkoordinasi kembali terkait perusahaan dimaksud.
“Karena saat itu masih menjadi kewenangan kabupaten, sekarang ini penambangan mulai dari galian C dan lainnya sudah menjadi kewenangan provinsi atau pusat,” jelasnya.
Dengan demikian lanjut Rusli, ketika kewenangan tambang sudah di pusat, Pemda Morotai harus melakukan upaya secara birokrasi tanpa bermaksud melempar tanggung jawab.
“Itu kami sampaikan sesuai batas kewenangan Pemda Morotai, tentang pencabutan IUP pun begitu proses tetap dari provinsi, jadi kami akan sampaikan sikap masyarakat yang menolak tambang di Morotai,” pungkasnya.
Ia juga berterima kasih kepada masyarakat Morotai termasuk para demonstrasi, karena menyampaikan aspirasi dengan aman. Kebab Menurut bupati, tentu turut bersama membangun Morotai ke arah yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan