MOROTAI-PM.com, Kasus dugaan penyalahgunaan anggaran desa dikabarkan tidak hanya dilakukan oleh salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Morotai berinisial AS. Namun, terdapat mafia lain yang ada di dinas yang menangani masalah desa itu.
“Kasus AS itu hanya contoh, karena praktek yang dilakukan AS itu diduga ada juga mafia lain yang ada di internal BPMD,”ungkap salah satu sumber terpercaya di kantor Bupati kepada media ini kemarin.
Bahkan kata Dia, jika praktek ini dibongkar maka pasti ada otak dibalik kasus dugaan korupsi dengan cara melakukan pemalsuan tandatangan Kadis PMD.
“Kalau ditelusuri lebih dalam, tidak mungkin AS yang berkapasitas sebagai operator anggaran desa saja yang bermain, pasti ada perintah sehingga dia pun berani melakukan itu,”katanya.
Ia meminta, Inspektorat jangan menyembunyikan data soal AS dan kroni-kroninya yang terlibat dalam kasus korupsi anggaran desa bernilai ratusan juta itu.
“Harus terbuka ke publik, inspektorat harus cari tahu juga, karena AS tidak berdiri sendiri, dan terbuka juga karena ini kejahatan yang merugikan keuangan negara.”pintanya.
Untuk diketahui, AS adalah pegawai BPMD yang diduga kuat bersama-sama dengan sejumlah bendahara mencairkan anggaran desa senilai Rp 1 miliar lebih, hanya saja, sebaian anggaran yang sudah dicairkan itu tidak diberikan kepada aparat desa.
Kasus itu terbongkar ketika sejumlah petugas desa melaporkan ke DPRD terkait haknya yang tidak diberikan desa. Bahkan, saat ini kasus itu sudah ditangani oleh pihak inspektorat. Hanya saja,. Hingga kini AS belum melakukan pengembalian, bahkan diproses secara hukum.(Ota/red)

Tinggalkan Balasan