TOBELO-PM.com, Untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makariwo Halmahera (Stikmah) Tobelo bersama tim Gugus tugas (Gustu) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Halmahera Utara, terus menggelar pertemuan pemantapan persiapan uji klinik temuan Stikmah Tobelo ke pasien Covid-19.
Ketua Stikmah Tobelo Dr dr Arend L Mapanawang mengatakan, pertemuan ini merupakan upaya penanggulangan untuk memutuskan mata rantai Covid-19 yang di programkan oleh pemerintah pusat.
“Stikmah Tobelo setelah bentuk tim kerja berkordinasi dengan ketua gustu percepatan penanganan Covid-19 Halut Frans Manery, lewat surat resmi. Dan Frans yang juga sebagai Bupati Halut sangat mengapresiasi,” kata Arend, Rabu (29/07).
Lanjutnya, Arend mengatakan Bupati sangat mengapresiasi lantaran ada kampus di wilayah kerjanya bisa lolos persaingan yang ketat dimana sebanyak 4700 kampus dan beberapa lembaga yang memasukkan proposal inovatif namun hanya 18 kampus yang di tunjuk Kemenristek Brin termasuk Stikmah Tobelo bersama 2 Perguruan Tinggi swasta UPH dan AlAzar universitas Jakarta serta 15 Perguruan Tinggi negeri UGM, UI, IPB, dan lain-lain.
“Pertemuan teknis sudah di lakukan di posko covid 19 pada 27 Juli, dan pada hari ini pertemuan lanjutan bertempat di RSUD Tobelo yang di hadiri oleh Direktur RSUD Tobelo, drg Irwanto Tandaan, bagian penyakit dalam RSUD dr Font Lumintang Sp PD, dr Amanda Ray Ray dan Adrianti Apt dari Dinkes Halut untuk pembahasan uji klinik,” ucapnya.
Arend mengaku, pihaknya akan mulai bergerak beberapa hari kedepan. Selain itu pihaknya juga sudah menyampaikan surat pemberitahuan riset ke Ternate, Kota Manado sulut dan rumah sakit FK UI Jakarta.
“Target kami sampel 150 sampai dengan 300 di 4 titik yang kami maksudkan. Suplemen Golarend dan Pangiar masuk dalam riset ini sementara Bintang laut merah yang daya hambat virus 55.99% di tahap berikut,” tuturnya. (mar/red)



Tinggalkan Balasan