MOROTAI-PM.com, Anggota DPD Dapil Maluku Utara (Malut) Husain Alting Sjah, menemukan sejumlah masalah di Morotai, misalnya terkait himpitan ekonomi di masa Pandemi serta soal tenaga rekrutmen honorer dengan gaji dibawah standar.
“Banyak permasalahan yang kami dapatkan. Mengenai keluhan masyarakat, bagaimana himpitan ekonomi yang mereka alami, kemudian susah mendapatkan akses-akses pemunuhan kebutuhan hajat hidup mereka. Karena adanya pandemi dan sebagainya, soal keluhan honorer dan gajinya,”jelas Husain saat melakukan reses di beberapa desa di Kabupaten Morotai kemarin.
Untuk gaji tenaga honorer misalnya kata Dia, yang hanya diangka Rp 600 ribu hingga Rp 1 juta/perbulan dirasa tidak cukup, karena uang yang diperoleh jika hitung dipergunakan hanya untuk ongkos transportasi untuk berkantor saja itu tidak cukup. Misalnya, ada temuan masalah honorer, mereka menyampaikan keluhan mereka dan sebagainya, hampir semua kabupaten yang kemudian sekian tahun belum diangkat sebagai PNS atau upahnya tidak memenuhi upah minum regional.
“Ini kami sampaikan ke kepala daerah supaya bagaimana dipertimbangkan untuk memenuhi upah minimum mereka, karena ini tanggung jawab kepala daerah menyangkut dengan kemanusian,” ujarnya.
“Permasalahan-permasalahan disampaikan ke kami dan ada yang langsung saya respon, misalnya kalau berkaitan langsung dengan pemerintah dipercepat. Kalau ada nomor pak Bupati atau pak Sekda saya langsung telpon,”ungkap Sultan Tidore.
Ia memberi contoh kembali misalnya masalah hukum, dirinya langsung berkoordinasi dengan pejabat terkait. Namun, untuk masalah hukum di Morotai dirinya belum berkoordinasi dengan Bupati Morotai Benny Laos.
“Kalau berkaitan dengan masalah hukum, kalau ada permasalahan disini, ada akses misalnya saya langsung telpon penegak hukum menjembatani dan menyampaikan, tolong segera untuk diselesaikan jangan sampai nerembet dan ekskasinya meluas, itu saya sampaikan secara langsung,”terangnya.
Ia menambahkan, diisejumlah daerah di Malut, terdapat masalah pertambangan. Masalah tambang kata dia, sangat berkaitan dengan eksistensi kehidupan manusia dengan alam sehingga harus diselesaikan secara baik sehingga bisa bermanfaat untuk anak cucu kedepan.
“Saya juga akan ketemu langsung dengan bupati-bupati untuk mengingatkan. Karena ini menyangkut dengan anak, cucu kita kedepan, karena masalah tambang ini ada habitat lain yang sudah punah misalnya ikan da. Lainnya.”tambahnya. (Ota/red)

Tinggalkan Balasan