TERNATE-PM.com. PT. Pelni (Persero) cabang Ternate selama pandemi covid-19 di tahun 2020 mengalami penurunan penjualan tiket hingga 50 %.
Oskar kepala kantor PT. Pelni Cabang Ternate mengungkapkan, pandemik covid-19 sangat berdampak pada transportasi angkutan laut khususnya PT. Pelni, meskipun demikian pihaknya tetap lakukan pelayanan yang prima dengan mengacu pada protokol kesehatan.
Sedangkan kapal PT. Pelni yang beroperasi wilayah Maluku Utara (Malut) Ternate khususnya ada 5 kapal yakni, KM Sinabung, KM. Dorolonda, KM. Labobar, KM. sangiang dan KM. tatamailau.
Lanjutnya, untuk penjualan tiket sudah ada himbauan dari PT. Pelni pusat mulai 1 januari 2021 agar transaksi pembayaran menggunakan kartu kredit/debit ( ATM ), namun mengingat tidak semua calon penumpang memiliki kartu ATM, pihaknya juga menerima pembayaran tunai agar tidak menyulitkan pembeli.
Tiket yang terjual selama pandemi menurun 25-30%, jika dibandingkan tahun 2019 tiket selalu habis terjual. Untuk menghindari penyebaran corona kantor pelni menyiapkan tempat cuci tangan dan selalu menghimbau kepada pembeli tiket agar selalu mematuhi protokol kesehatan saat berada di ruangan loket tiket.
“Harapan saya agar pandemik ini cepat berakhir agar segala aktifitas kembali normal seperti biasanya,”harapnya.
Sementara, Sunarto Tim medis Km. Sinabung saat di temui poskomalut.com menjelaskan, langkah yang dilakukan untuk memutus mata rantai covid-19 setiap penumpang masuk di pintu kapal dilakukan tes suhu badan dan pengecekan masa berlaku surat rapid test.
“Dan juga selama berlayar dalam 3 jam sekali kami selalu mengumumkan kepada penumpang agar selalu mematuhi protokol kesehatan yaitu, 3 M (cuci tangan,pakai masker dan jaga jarak),”ujarnya.
Setiap kapal yang baru masuk di pelabuhan selalu dilakukan penyemprotan desinfektan. “Kalau untuk anak buah kapal ( ABK ) rapid tesnya itu di lakukan sebulan skali di surabaya,”ujarnya.
Selama ini khususnya KM Sinabung belum ada penumpang yang terjangkit covid- 19, hanya ada penumpang jika dilakukan pemeriksaan kesehatan, rata-rata mabok laut (pusing ) dan pilek/batuk.
“Selama 1 kali rute pelayaran yang lakukan pemeriksaan hanya 15 orang saja sesuai yang terdaftar di buku register pelayanan kesehatan ini sangat berkurang karena tiket hanya di jual 50%,” ujarnya.
Malam pergantian tahun baru 2021 pihak KM. Sinabung melarang keras melakukan aktifitas yang membuat kerumunan di atas kapal terkecuali yasinan bersama di mushola. (Mg02/red)

Tinggalkan Balasan