TERNATE-PM.com, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Maluku Utara (Malut) menyampaikan persiapan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Gedung Instalansi Farmasi (IF) Kota Ternate. Berdasarkan surat dari Dirjen P2P Kemenkes RI No.SR.02.06/II/80/2021, tentang distribusi vaksin dan rencana pelaksanaan vaksinasi Covid-19
Idhar Sidi Umar Kadinkes Provinsi Malut, kepada wartawan dalam siaran persnya, Senin (11/1/2021) mengatakan, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 akan dilaksanakan pencanangan secara serentak pada 14 Januari 2021 di 34 Provinsi. Vaksinasi akan didahului dengan pemberian kepada sekitar kurang lebih 10 orang pimpinan dan tokoh daerah yang terdiri dari unsur pejabat publik dan memenuhi kriteria.
Dirinya juga menjelaskan sasaran vaksinasi covid-19 kelompok usia 18-59 tahun, usia di atas 60 tahun akan di vaksinasi setelah tersedia data dukung keamanan yang cukup untuk usia tersebut, data sasaran (Termin I) Januari tahun ini yakni Kota Ternate, tenaga kesehatan (Nakes) 1664 orang di tambah pejabat publik 10 orang jumlah vaksin 3.560 Dua kali penyuntikan, Kota Tidore kepulauan Nakes 1.123 orang di tambah 10 orang pejabat publik dosis vaksin 2280 dua kali penyuntikan.
Lanjutnya, sedangkan untuk Termin II pada Februari – Maret, Halbar Nakes 900 orang jumlah vaksin 1800, Halsel Nakes 1.700 orang jumlah vaksin 3.400, Halteng 440 orang jumlah vaksin 880, Haltim Nakes 840 orang jumlah vaksin 1.680, Halut Nakes 920 orang jumlah vaksin 1.840, Kepsul Nakes 520 orang jumlah vaksin 1.040, Pulau Morotai Nakes 680 orang jumlah vaksin 1.360 dan Kabupaten Taliabu Nakes 540 orang jumlah vaksin 1.080 masing-masing dua kali penyuntikan setiap Kabupaten/Kota,
Total sasaran keseluruhan propinsi Malut 844.232, orang ada pun tempat Fasyankes untuk pelaksanaan vaksinasi 163 yang terdiri dari 147 Puskesmas dan 16 Fasyankes non Puskesmas (RS+Klinik+KKP).
Lanjutnya, menyangkut dengan label kehalalan sudah di keluarkan Oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), terkait keamanan vaksin sudah dilakukan pengujian dan izin hari ini dari Badan Pengawas Obat Dan Makanan (BPOM) untuk distribusi dan akan di susul dengan penambahan vaksin 11.260 dosis.
Ia menambahkan, peril diketahui bersama yang akan divaksin pertama Rabu pecan depan nanti, yaitu Priseden RI Joko Widodo beserta Mentri, semoga orang-orang yang anti vaksin bisa melihat dengan jelas
“Kami akan terus memberikan pemahaman terhadap masyarakat yang belum mengerti terkait vaksinasi, tidak mungkin pemerintah mau mencelakakan rakyatnya malahan sebaliknya pemerintah akan melindungi rakyat Undonesia agar terhindar dari penularan virus covid-19,”tutup Idhar. (Mg02/red)

Tinggalkan Balasan