SOFIFI-PM.com, Angin segar bagi para guru honorer Sekolah Menengah Atas (SMA) SMK/SLB yang terbesar di 10 kabupaten/kota di Malut. Pasalnya, pemprov akan mendorong guru honorer yang tercatat di Pemprov Malut dalam penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) tahun 2021.
Data guru honorer sebanyak 1,154 orang yang tergabung dari sekolah SMA/SMK, SLB, baik negeri maupun swasta yang akan menjadi prioritas dalam pengangkatan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K).
Sekda Pemprov Malut, Syamsuddin A Kadir, menyampaikan, pengangkatan P3K diprioritaskan guru honorer karena P3K hanya untuk K2 atau eks K2 sehingga mereka yang namanya sudah dalam data base. Kemudian guru honor yang namanya sudah masuk dalam data pokok kependidikan (dapodik) dan ketiga memiliki sertifikasi guru, sehingga bukan hanya lulusan fakultas pendidikan tetapi harus punya sertifikasi guru baru mengikuti tes lulus barulah masuk P3K. Itu pun kalau lulus.
Dikatakan Sekda, tahun sebelumnya kuota 36 untuk P3K tenaga pendidikan yang lulus hanya 16 orang. Sebelumnya, Kepala Bidang Perencanaan, Pengadaan Dan Penataan Jabatan Aparatur BKD Provinsi Maluku Utara Fahri Fuad, saat dikonfirmasi membenarkan pemprov telah mengusulkan formasi ASN di tahun 2021 sebanyak 2.928 orang. Terdiri dari kuota untuk pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) sebanyak 2.818 orang, sementara CPNS sebanyak 110 orang.
“Kuota ini yang diusulkan pemprov sebanyak 2.928 orang, terdiri dari perekrutan P3K sebanyak 2.818 orang dan CPNS sebanyak 110 orang,”ungkapnya.
Fahri, mengaku formasi yang diusulkan pemprov paling banyak tenaga pendidikan. Untuk P3K sebanyak 2.727 orang, tenaga kesehatan 41 orang dan tenaga teknis 50 orang. Sementara untuk formasi CPNS sebanyak 110 orang, terdiri dari tenaga kesehatan 13 orang dan tenaga teknis 98 orang.
“Formasi untuk P3K itu tenaga pendidik paling banyak, yakni 2.727 orang tenaga dari formasi 2.818 orang,” ungkapnya. (iel/red)


Tinggalkan Balasan