poskomalut, Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar resmi membuka forum perangkat daerah dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Kota Ternate tahun perencanaan 2027.

Giat tersebut berlangsung di Ball Room Royal Resto, Ternate Tengah, Kota Ternate, Selasa (10/3/2026).

Dalam sambutannya, Nasri mengatakan Musrenbang merupakan forum yang bersifat partisipatif, transparan, dan akuntabel.

Di mana menempatkan masyarakat dan para pemangku kepentingan sebagai bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan.

Wakil wali kota menuturkan, melalui forum perangkat daerah, berbagai aspirasi masyarakat yang telah dihimpun lewat tahapan Musrenbang di tingkat kelurahan dan kecamatan.

Juga pokok-pokok pikiran DPRD dan rencana kerja perangkat daerah, diselaraskan untuk merumuskan prioritas pembangunan daerah yang lebih fokus, terarah, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Pelaksanaan forum ini sejalan dengan ketentuan Permendagri Nomor 86 Tahun 2017, yang menegaskan bahwa Forum Perangkat Daerah dan Musrenbang RKPD bertujuan untuk;

1. Membahas dan menyepakati usulan kegiatan pembangunan yang menjadi prioritas dari tingkat kecamatan.

2. Membahas kegiatan prioritas pembangunan yang belum tercakup dalam usulan kecamatan.

3. Menyepakati pengelompokan kegiatan prioritas berdasarkan tugas dan fungsi perangkat daerah.

“Dengan demikian, forum ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan berbagai kepentingan pembangunan daerah

secara lebih komprehensif dan terintegrasi,” ujarnya.

Penyusunan RKPD Kota Ternate Tahun 2027 merupakan bagian penting dari tahapan pelaksanaan RPJMD Kota Ternate Tahun 2025–2029, sekaligus menjadi instrumen

utama dalam mengarahkan kebijakan pembangunan daerah setiap tahunnya.

Berdasarkan capaian pembangunan yang telah diraih, dinamika isu strategis pembangunan daerah, serta arah kebijakan pembangunan jangka menengah Kota Ternate, maka tema pembangunan Kota Ternate Tahun 2027 adalah:

“Penguatan City Branding Ternate sebagai Kota Rempah dan Pengembangan Kawasan Ekonomi Strategis Berbasis Kepulauan Melalui

Peningkatan Daya Saing Industri Kreatif, UMKM dan IKM Serta Kapasitas Penyandang Disabilitas,” ucapnya.

Tema ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kota Ternate untuk memperkuat identitas historis dan keunggulan lokal sebagai bagian dari jalur perdagangan rempah dunia, sekaligus mendorong transformasi ekonomi daerah yang berbasis pada potensi kepulauan.

Sejalan dengan tema tersebut, arah prioritas pembangunan Kota Ternate Tahun 2027 akan difokuskan pada:

  1. Penguatan City Branding Ternate sebagai Kota Rempah serta pengembangan kawasan ekonomi strategis berbasis kepulauan guna mendorong kemandirian ekonomi daerah.
  2. Pengembangan iklim usaha yang kondusif melalui peningkatan daya saing industri kreatif, UMKM, dan industri kecil menengah.
  3. Peningkatan kapasitas penyandang disabilitas, melalui pemberdayaan ekonomi dan penguatan kewirausahaan yang inklusif.

Selain tiga agenda prioritas tersebut, Pemerintah Kota Ternate juga akan terus mengakselerasi pelaksanaan agenda

prioritas pembangunan daerah dalam RPJMD Kota Ternate Tahun 2025–2029, sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Perencanaan pembangunan jangka menengah daerah merupakan arah dan pedoman strategis bagi seluruh perangkat daerah dalam merumuskan kebijakan dan program pembangunan selama lima tahun ke depan.

Kebijakan yang telah dirumuskan tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang menghimpun berbagai aspirasi masyarakat serta menjawab berbagai persoalan aktual

pembangunan perkotaan.

Karena itu, Forum Perangkat Daerah dan Musrenbang RKPD ini menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa setiap program pembangunan yang direncanakan benar- benar selaras dengan kebutuhan masyarakat serta mampu menjawab tantangan pembangunan Kota Ternate ke depan.

Seluruh program dan kebijakan pembangunan tersebut pada akhirnya bermuara pada upaya mewujudkan Visi Pembangunan Kota Ternate, yaitu “Ternate Andalan, Ternate Mandiri dan Berkeadilan Jilid II”.

“Saya ingin menegaskan bahwa Pemerintah Kota Ternate akan terus mengawal setiap tahapan perencanaan pembangunan,

mulai dari Musrenbang tingkat kelurahan, kecamatan, hingga pada proses penganggaran dalam APBD,” tegasnya.

Hal ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memastikan bahwa aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui proses Musrenbang dapat diakomodasi secara optimal dalam kebijakan pembangunan daerah.

“Untuk itu, saya mengharapkan kepada seluruh pimpinan perangkat daerah, camat, serta para delegasi kecamatan agar dapat mengikuti forum ini dengan sungguh-sungguh,” harapnya.

Lanjut Nasri mengatakan “tentu dengan mempertimbangkan ‘Urgensi kebutuhan masyarakat, Keterpaduan program pembangunan, Ketercapaian indikator kinerja pembangunan daerah, Keterbatasan kemampuan fiskal daerah”.

“Dengan demikian, program dan kegiatan yang dihasilkan dari forum ini benar-benar terarah, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tukasnya.