11 Mantan dan Tiga Lurah Aktif Diperiksa Jaksa

Tiga lurah terlihat keluar dari kantor Kejari Ternate usai pemeriksaan.

TERNATE-pm.com, Tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate telah memeriksa 14 kepala keluarahan menyangkut kasus dugaan tindak pidana korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19.

Mereka dimintai keterangan atas aliran dana Rp24 miliar yang melekat pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Ternate.

Informasi dihimpun media ini, belasan lurah yang dipanggil di antaranya Kepala Kelurahan Soa-Sio, Tubuleu, mantan Lurah Salero, mantan Lurah Kasturian, mantan Lurah Sangaji, mantan Lurah Sangaji Utara, mantan Lurah Dufa-Dufa, mantan Lurah Akehuda, mantan Lurah Tubo, mantan Lurah Tafure, mantan Lurah Tabam, mantan Lurah Sango, dan mantan Lurah Tarau. Sementara Lurah Soa tidak sempat hadir karena kondisi sakit.

Mantan Kepala Kelurahan Tarau, Muhammad Rizal Tomagola usai diperiksa mengatakan, sesuai dengan surat pemanggilan dari Kejari Ternate terkait Bansos pada tahun 2021, dirinya tidak mengetahui berapa banyak data yang diterima.

"Kurang mengetahui berapa banyak data yang diterima. Lebih jelas tanyakan ke Dinas Sosial (Dinsos) Kota Ternate," kata Rizal saat disembangi awak media di kantor Kejari Ternate, Kamis (26/1/2023).

Ketika ditanyai soal berapa banyak bantuan yang diterima selama menjabat, Rizal mengaku tidak mengetahui karena dipanggil hanya dimintai keterangan di tahun 2021.

Bahkan Rizal mengaku bahwa bantuan dari Dinsos hanya sekali dalam masa jabatannya. Soal berapa paket ia bahkan tidak mengingatnya karena datanya dari Dinsos.

"Kami hanya membantu dalam penyerahan, datanya ada di Dinsos kita hanya memasukan data data warga yang terdampak,"cetusnya.

Sementara Kasi Intel Kejari Aan Syaeful Anwar yang dikonfirmasi membenarkan pemanggilan tersebut.

"Iya benar, hari ini ada panggilan lurah soal bansos Covid-19," singkatnya.

Komentar

Loading...