123 KPM Oba Tengah Terima Bantuan PKH Tahap I

Penyerahan tahap I bantuan KPM Oba Tengah

TIDORE-PM.com, Sebanyak 123 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kecamatan Oba Tengah menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap I, tahun 2020. Penyerahan dilakukan langsung Camat Oba Tengah, Rudy Ipaenin bersama dengan para pendamping PKH Oba Tengah. Dua titit penyerahan PKH tahap I ini, yakni di Desa Aketobololo bagi 95 KPM dan Kelurahan Akelamo 28 KPM.

Rudy Ipaenin usai
penyerahan mengatakan,  Pemerintah Kota Tidore Kepulauan sangat
mendukung suksesnya pelaksanaan PKH. Karena PKH adalah program perlindungan
sosial dari Pemerintah yg memberikan bantuan uang tunai kepada Rumah Tangga
Sangat Miskin (RTSM).

“Tujuannya
mengurangi beban RTSM dan  diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan
antar generasi, sehingga generasi berikutnya dapat keluar dari kemiskinan,’’
ungkap Rudy.

Menurut Rudy, di
tahun 2020 terjadi penurunan angka kemiskinan di Kecamatan Oba Tengah,
 dimana pada tahun 2017 s/d 2019  KPM PKH berjumlah 368 KK, sedangkan
di tahun 2020 turun menjadi 324 KK. Diharapkan kepada  KPM, agar
memanfaatkan bantuan PKH ini sesuai peruntukannya.

“Jangan
digunakan untuk membeli beli pulsa telepon atau pulsa data, jangan digunakan
untuk beli rokok, jangan digunakan untuk miras, dan jangan digunakan untuk
jalan-jalan ke Ternate atau lainya,’’ pesan Rudy.

Sementara itu,
Pendamping PKH Kecamatan  Oba Tengah, Muchtar Fadel menjelaskan , PKH ini
dikenal sebagai Program Bantuan Tunai Bersyarat berupa kehadiran di fasilitas
pendidikan (anak usia sekolah), maupun kehadiran di fasilitas kesehatan (anak
balita dan ibu hamil). Kalau tidak hadir di fasilitas pendidikan dan kesehatan
selama 3 kali, maka akan diberikan sanksi berupa penundaan penyaluran bantuan
bahkan bisa dikembalikan bantuannya kembali ke kas negara.

KPM ini juga diwajibkan mengikuti kegiatan pertemuan peningkatan kemampuan keluarga untuk memperoleh pengetahuan Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga yang dilaksanakan oleh Pendamping KPM setiap tahunnya  guna melakukan pendataan ulang untuk melihat kondisi sosial ekonomi serta syarat kepesertaan PKH sehingga Rumah Tangga yang tidak memenuhi persyaratan akan keluar dari program (Lulus), sementara yang masih memenuhi persyaratan akan terus menerima program sesuai jangka waktu yang ditentukan. (mdm/red)

Komentar

Loading...