poskomalut.com
baner header

KATAM Kecam PT. HPL Buang Limbah ke Laut

TERNATE-PM.com, Kordinator Konsorsium Advokasi Tambang (KATAM) Provinsi Maluku Utara, Muhlis Ibrahim mengecam PT. Halmahera Persada Leygen (PT. HPL) yang berencana melakukan pembuangan limbah tambang di laut.

Menurutnya, pencemaran limbah tambang PT. HPL sudah sangat membahayakan dan membutuhkan perhatian penuh pemerintah, sehingga kelestarian laut Halmahera Selatan (Halsel) bersih dari pencemaran limbah tambang.

“Untuk menjaga dan melestarikan keberlangsungan lingkungan kelautan dari pencemaran limbah tambang, kami meminta kepada pemerintah dan seluruh masyarakat Provinsi Maluku Utara, lebih khusus masyarakat Halmahera Selatan, agar menolak dengan tegas rencana pembuangan limbah tambang ke laut atau Submarine Tailing Disposal oleh PT. HPL,” kata  Muhlis Ibrahim pada poskomalut.com, Kamis (03/10/2019).

Dalam kajian KATAM, banyak kasus terkait dengan pencemaran lingkungan kelautan karena perusahan tambang yang masih terabaikan. Salah satunya di Teluk Kao. “Kita sejatinya tidak bisa lupa apa lagi masa bodoh, bahwa laut sebagai sebuah sarana strategis yang tidak pernah lepas dari kehidupan kita sehari-hari. Dan pembuangan tailing ke laut sudah pasti akan berdampak tragis bagi ekosistem dan biota laut,” tegasnya.

Baginya, besarnya anggaran yang diberikan perusahan tambang ke daerah tidak akan sebanding dengan kerusakan ekologi laut, karenai hasil pembuangan limbah tambang ke laut. “Kami butuh pemerintah untuk sering melakukan monitoring ditempat lokasi pencemaran limbah sehingga rencana pembuangan limbah secepatnya dihentikan,” akhirnya.

Untuk diketahui, PT HPL merupakan perusahan tambang yang berafiliasi dengan PT. Harita Group yang husus pada pengolahan (smelter) Nikel, dan sementara sedang pada tahap pembangunan pabrik. (red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: