poskomalut.com
baner header

TP4D Tinjau Lokasi Proyek Pengendali Lahar di Togafo

BWS Janji Penuhi Keluhan Warga

TERNATE-PM.com, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara (Malut) membantah disebut Proyek pembangunan pengendalian lahar Gunung Gamalama paket I di sungai Togafo tahun 2017-2019 senilai Rp 145 miliar lebih terbengkalai. Saat Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejati Malut ke lokasi proyek menegaskan proyek tidak terbengkalai melainkan belum dilakukan pembersihan.

“Proyek tersebut tidak ada yang bermasalah, hanya saja belum dilakukan pembersihan. Dan pihak balai juga sudah pernah buat rapat dengan masyarakat,” tegas Asintel Kejati Malut Astawa kepada wartawan di lokasi proyek, Rabu (27/11). Astawa menuturkan, hanya saja masyarakat tidak mengetahui kalau di atas ada dilakukan pembersihan, kalau lokasi di bawah tidak ada penimbunan bagaimana dilakukan pembersihan di lokasi bagian atas.

“Masyarakat tidak tahu, kalao ada pembersihan di lokasi paling atas, kalau d bawah tidak di timbun bagaimna di bersihkan di bagian atas,” ujarnya. Maksud penimbunan kata Astawa, biar mempermudah alat naik ke lokasi paling atas, untuk memberaihkan lokasi paling atas, kalau sudah di bersihakan di lokasi paling atas, otomatis di lokasi bawah juga di bersikan. “Eksavator mau naik di lokasi paling atas harus dilakukan penimbunan, jika di lokasi atas sudah selesai, akan di lokasi bawah semuanya akan di bersihkan,” akunya.

Ia menambahkan, proyek tersebut sampai ini juga belum dilakukan serah terima. Artinya proyek belum selesai dikerjakan pihak rekanan. Apalagi proyek tersebut belum masuk tahapan masa pemeliharaan. “Jadi bukan satu item ini saja yang dianggarakan sebesar Rp 145, tetapi dibagikan dengan pekerjaan di arah utara bagian sungai yang berdekatan dengan Kelurahan Togafo,” jelasnya. Sementara itu, pengawas proyek dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Hamka kepada wartawan mengatakan, bronjong yang dikeluhkan warga sekitar hingga saat ini pihaknya tidak mengerjakan. “Bronjong itu sudah lama, mungkin 10 tahun lalu, kami hanya kerjakan hanya penahan banjir untuk diredam, dan satunya lagi menjaga kestabilan air saat banjir sehingga bisa stabil,” ungkapnya seraya berjanji bakal melakukan galian lebih dalam lagi untuk mengeluarkan semua isi material dalam sungai tersebut. “Insa allah keluhan warga sekitar sungai kita akan usaha penuhi,” pintanya. (nox/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: