poskomalut.com
baner header

Ini Kronologi Dugaan Penculikan Anak di Kota Tidore

Sarjan : Upaya Pencurian Anak Tidak Benar, Sasaran Kejahatan Pelaku Anak Wanita di Bawah Umur

TIDORE-PM.com, Setelah dikroscek kebenaran adanya indikasi upaya pencurian anak di Kelurahan Tuguwaji RT 01 RW 01 Kecamatan Tidore, Pulau Kota Tidore kepulauan pada Rabu (16/1/ 2020) yang tersebar luas melalui percakapan WhatsApp ternyata tidak begitu ceritanya.

Setelah dilakukan pengecekan di lapangan memang benar ada kejadian didalam rumah bersangkutan, namun tidak ada keterangan yang mengarah pada penculikan anak.
Kaur Humas Inspektur Dua Polisi Sarjan Nasir kepada poskomalut.com, mengatakan setelah adanya pengecekan di lapangan, dan pengumpulan keterangan dari korban, orang tuanya beserta tetangga. Ternyata memang benar ada kejadian tersebut, akan tetapi aksi pelaku tidak jauh beda dengan kejadian sebelum-belumnya, dimana kurang lebih empat kali di lingkungan itu, aksi pelaku hanya mengarah pada anak perempuan dibawah umur. “Dugaan sementara yang didalami aksi pelaku hanyalah (maaf) meraba-rabah sasaran anak kecil dibawah umur ,”kata Sarjan.

Dari rentetan masalah serupa yang terjadi di lingkungan Tuguwaji, Mapolres baru mendapatkan satu laporan tahap lidik atas nama Lukman yang melaporkan terjadi pencurian. Dalam keterangan laporan korban menyatahkan pelaku masuk ke rumahnya pada pukul 01:30 Wit, saat itu pelapor sedang berada di kamar kecil dan mendengar istrinya berteriak jika ada yang masuk. Teriakan istrinya membuat pelaku berlari keluar dan dikejar pelapor namun tidak menemukan pelaku,” Ungkap Sarjan.

Dari kejadian itu pelaku hanya membawa satu botol susu, dan satu buah kemasan susu anak pelapor, sedangkan barang berharga pelapor tidak diincar pelaku. “Kejadian ini hampir sama dengan kejadian malam sebelumnya, ciri-ciri pelaku nyaris sama sesuai dengan penglihatan sepintas para korban,” ujar Sarjan.

Sarjan mengimbau, kepada masyarakat untuk tetap waspada dengan kejadian ini, dan lebih selektif lagi menerima informasi dari siapapun sebab informasi yang didapat belum tentu benar, apalagi sudah langsung dibagikan kemana-mana melalui media sosial. (mdm/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: