poskomalut.com
baner header

Kasus Penyiraman Air Cabe di Halsel Masuk Tahap II

LABUHA-PM.com, Kasus penyiraman air cabe masuk tahap II, setelah pekan kemarin Penyidik polres Kabupaten Halmahera Selatan, melakukan tahap I kasus penyiraman air cabe dengan tersangka Rahima Salasa (45) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Halsel.

Kasat Reskrim polres Halsel IPTU Dwi Gastimur Wanto mengaku, pihaknya sudah melakukan tahap II pekan kemarin, sementara soal kelanjutan hingga penahanan tersangka merupakan ranah Kejari.

“Sudah tahap II, Kalau masalah tahan atau tidak Itu kewenangan kejaksaan,”tegasnya, Minggu (14/06).

Terpisah, Kasi Pidum Kejari Halsel Rizky Septya menegaskan, pasca diterimanya tahap II pihak langsung menjadwalkan penyerahan ke pengadilan negeri guna proses sidang.

“Sudah tinggal dilimpahkan di pengadilan, berdasarkan jadwal rencananya minggu ini kami (Kejari) limpahkan ke pengadilan, tersangka dijerat pasal 351 Tindak pidana penganiayaan dalam Pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana KUHP Penganiayaan, diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan,”tegasnya.

Diketahui, kasus ini berawal Rahima Salasa (45) warga desa Mandaong kecamatan bacan Selatan, nekat melakukan penganiayaan dengan menyiram air cabe ke salah staf KPU Halsel bernama Rusdy Away, awalnya target pelaku yakni Nurfina Rauf yang diketahui istri kedua dari Iksan Abdullah PNS Pemkab Halsel, yang ditugaskan di Kantor camat botang lomang kecamatan bacan, yang merupakan menantu dari anaknya bernama Hajija Yasim.

Naas kena mata Rusdy Away. Kejadian tersebut terjadi saat tes tertulis Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang dilaksanakan di MTs Alkhairat Labuha. Pelaku datang dengan anaknya ke lokasi tes tiba – tiba menyiram air cabe yang dikemas dalam botol dan kena mata Rusdy. Seketika para peserta, staf hingga komisioner yang hadir melerai dan melarikan Rusdy ke RSUD Labuha guna mendapatkan pertolongan medis. (echa/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: