poskomalut.com
baner header

Putra Terbaik Waci Haltim, Wakili Indonesia Timur di IRI National Forum

MABA-PM.com, Salah satu putra terbaik Desa Waci, Kecamatan Maba Selatan, Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), yaitu Suratman Kayano, terpilih menjadi peserta dalam seleksi National Forum yang diselenggaran International Republik Institute (IRI), Senin (15/6/2020). Dengan demikian, mantan ketua cabang PMII Metro Makassar ini akan mewakili indonesia timur di national forum.

Pria kelahiran Waci ini, berhasil terpilih setelah melalui proses panjang pada seleksi Program Emerging Leaders Academy (ELA) yang diikuti puluhan peserta dari sejumlah wilayah di Indonesia Timur, diantaranya, Sulawesi Selatan (Sulsel), Nusa Tengara Timur (NTT), Maluku, Gorontalo, Palu Sulawesi Tengah (Sulteng), dan Sulawesi Barat (Sulbar).

Di National forum, mahasiswa program magister Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar ini, bersama pemuda Se-Indonesia yang berhasil dalam seleksi Program Emerging Leader Academy 2020, akan berdiskusi dengan Kepala Daerah (Kada), dan Jejaring Pemuda Nasional membahas persiapan kader yang siap membangun demokrasi yang ideal melalui National Forum.

Kepada Posko Malut, anak kelima dari pasangan Nurdin Kayano dan Masad Atja Djafar ini mengaku, senang bisa diberi kesempatan mewakili Indonesia timur terkhusus Maluku Utara (Malut), di National Forum.

“Senang bisa diberi kesempatan mewakili Indonesia Timur terkhusus Maluku Utara untuk belajar, bertemu dan berjejaring dengan pemuda-pemuda hebat se-Indonesia serta dapat dimentori oleh tokoh-tokoh Nasional progresif dan memiliki gagasan nyata untuk Indonesia,”kata pria kelahiran 1993 ini.

“Berharap bisa belajar dengan baik, bisa terlibat dalam upaya-upaya pembangunan demokrasi untuk bangsa khususnya untuk daerah saya, Kabupaten Halmahera Timur dan Maluku Utara, pada umumnya,”lanjutnya.

Alumni Universitas Islam (UIM) Makassar tersebut menyampaikan, peserta yang lulus dalam seleksi ELA 1 dan 2 ini rencanya bakal mengikuti kelas daring selama tiga tahap. Tahap pertama adalah orientasi, tahap kedua pembahasan mengenai mitigasi pendemi covid 19 oleh kepala daerah yang dianggap berhasil melakukan mitigasi bencana non alam dalan rangka melihat kerangka kebijakan daerah dalam kondisi darurat. Sedangkan tahap ketiga adalah membahas peran tantangan demokrasi Indonesia, dan internal party reform.

“Setelah itu, nantinya akan dilanjutkan dengan pendampingan selama tiga bulan hingga selesai menyusun gagasan dan konsep pembagunan demokrasi yang ideal oleh Internasional Republik Insitute, dan lembaga yang konsen dibidang politik dan Demokrasi,”ujar Man, begitu pria kelahiran Waci 5 september itu disapa sehari-hari. (red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: