poskomalut.com
baner header

Jalan Menghubungkan Desa Blifitu-Yeisowo Halteng Dipalang

WEDA-PM.com, Jalan yang menghubungkan Desa Blifitu Kecamatan Patani Utara, dan Desa Yeisowo Kecamatan Patani, Kabupaten Halmahera Tengah kembali dipalang. Pemalangan jalan dilakukan lantaran warga pemilik lahan kesal lantaran Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Tengah (Halteng), tidak menepati janji membayar tanaman milik warga yang digusur saat pembangunan jalan. 

Warga pemilik lahan saat dikonfirmasi mengungkapkan, tanamanya digusur untuk kepentingan pembangunan jalan, tetapi sampai sekarang Pemda belum juga melakukan ganti rugi. Padahal, terhitung sejak digusur sampai dengan saat ini sudah memasuki 9 bulan. Warga pemilik lahan itu menyebutkan,  tanaman yang digusur diantaranya 8 pohon cengkeh, 16 pohon pala, dan 7 pohon kelapa.

“Sejak digusur pada 15 September 2019 Tahun lalu, hingga kini belum juga ada kejelasan dari Pemda, untuk pembayaran tanaman Saya yang sudah digusur. Sata butuh kejelasan bukan janji,”ungkap Majid, warga pemilik lahan dikonfirmasi Senin (15/6).

Warga tersebut mengungkapkan, kontraktor yang mengerjakan jalan ketika dihubungi juga lepas tangan. Menurut kontraktor tersebut, dalam rencana kerja anggaran proyek (RAP) tidak ada anggaran pembayaran lahan warga. “Salamuddin Abbas, selaku kontraktor ketika saya hubungi untuk tanya pembayaran tanaman, dia bilang mengenai pemabayaran tenaman langsung saja ke pemkab Halteng. Karena dalam RAP itu tidak ada pembayaran tanaman warga,”katanya.

Pemilik lahan itu menyatakan, di waktu pemalangan jalan sebelumnya, ada salah satu anggota DPRD turun melihat, dan berjanji akan membawa masalah ini untuk dibicarakan ditingkat DPRD, namun samapi horas ini tidak ada kabar berita dari anggota DPRD tersebut. Dia berharap, Pemkab segera melakukan pembayaran tanaman miliknya yang sudah tergusur habis. Jika tidak diselesaikan pemalangan jalan bakal terus dilakukan. (msj/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: