poskomalut.com
baner header

Soal BLT, LMPP Desak DPRD Halsel Tegur DPMD

LABUHA-PM.com, Anggaran Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk masyarakat ditengah pandemi Covid-19, ternyata menyisahkan sejumlah masalah. Sebut saja Desa Dolik, Kecamatan Gane barat Utara, Desa Amasing Kali Kecamatan Bacan, dan Desa Indong, Kecamatan mandioli Utara, yang harus menjadi korban kekacauan BLT.

Miris dengan kondisi tersebut, Laskar Merah Putih Perjuangan ( LMPP ) Halmahera Selatan dipimpin Alim Rahman, Selasa (16/06) melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPRD Halsel, yang diwakili Sagaf Hi Taha.

Dalam RDP tersebut LMPP menyodorkan 3 tuntutan untuk ditindaklanjuti para wakil rakyat yakni, segera menyurati DPMD sebagai Instansi tekhnis yang paling bertanggung jawab untuk turun memberikan sosialisasi dan pembinaan soal BLT di Desa-Desa, meminta DPRD Halsel merekomendasikan pada Inspektorat Halmahera Selatan segera Audit Penyaluran BLT di desa yang hingga kini tidak melakukan penyaluran, contoh, kasus di desa malapat kecamatan makian barat, serta mendesak DPRD Halsel segera menyurati Polres Halsel atas aksi anarkis beberapa waktu lalu, yang mengakibatkan rusaknya kantor desa Dolik Kecamatan Gane Barat Utara.

“Sejumlah kekacauan yang terjadi di berbagai desa terkait BLT, seharusnya DPMD harus bertanggung jawab, sebab dinas yang notabene sebagai pengayom para Kades harusnya diberikan bekal soal seluk beluk BLT, bukan sudah terjadi aksi protes sana sini baru DPMD beraksi ambil langkah seribu, ini konyol namanya,”tandasnya.

Lihat kasus di desa Dolik terjadi pengrusakan bahkan masuk ranah hukum, belum lagi desa malapat yang sampai saat ini tidak ada penyaluran BLT. “Kami berharap Wakil rakyat kami tidak tinggal diam, ini harus diberi teguran minimal harus mintai keterangan pihak yang terkait, baik DPMD hingga Polres Halsel,”tegasnya.

RDP yang dipimpin, Sagaf Hi Taha dan Fadila Mahmud berjanji segera melakukan rapat komisi guna menyerap aspirasi tersebut. “Pada prinsipnya kita tetap akan mengawal aspirasi teman – teman semua, dan dalam waktu singkat akan kami agendakan RDP dengan pihak-pihak yang terkait,”janjinya menutup RDP. (echa/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: