poskomalut.com
baner header

Warga Desa Soakonora dan Dodowo Halut Gelar Aksi Unjuk Rasa

TOBELO-PM.com, Puluhan masyarakat dua Desa di Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Selasa (16/06) serentak menggelar aksi unjuk rasa di tempat yang berbeda.

Aksi masyarakat Desa Soakonora Kecamatan Galela Selatan, dan masyarakat Desa Dodowo Kecamatan Galela Utara berujung ricuh.
Aksi masyarakat didua desa itu dengan tuntutan yang berbeda. Pasalnya, untuk masyarakat Desa Soakonora itu, dipicu terkait proyek pembangunan Talud di Desa Soakonora yang tidak menggunakan papan proyek. Massa juga melayangkan protes dengan menyodorkan empat tuntutan.

Sementara Aksi unjuk rasa juga berlangsung di Desa Dodowo, Kecamatan Galela Utara. Dalam aksi itu, terjadi ricuh hingga menimbulkan luka-luka, dan kerusakan barang, karena masyarakat menolak pelaksanaan Musyawara Desa (Musdes) digelar di Rumah Kades Dodowo Mufadel Hi. Mutalib.

Kordinator lapangan (Korlap) Aksi Masyarakat Soakonora Alfian abdul jalal mengatakan, aksi ini secara damai dan tanpa ditunggangi oleh siapapun. Terkait dengan tuntutan meminta dengan adanya proyek pembangunan talud di Desa Soakonora, bahwa tidak sesuai dengan prosedur yang ada. Betapa tidak, dalam proyek itu, pembangunan talud tersebut, tidak ada papan proyek atau papan informasi untuk anggaran proyek tersebut. “Kita tahu bersama bahwa di dalam aturan telah dijelaskan terkait dengan regulasi atau tahapan-tahapan dalam pembangunan proyek itu sendiri, untuk itu kami atas nama masyarakat Desa Soakonora menuntut agar segera diadakan atau di pasang papan proyek tersebut, jika tidak proyek tersebut harus di hentikan,” ujarnya.

Sementara Kades soakonora Yani Anu mengatakan, proyek yang ada adalah proyek dari Pemerintah Kabupaten bukan DD, sehingga tidak bisa melibatkan Pemdes dengan proyek pembangunan talud. Penyampaian aksi ini, yang menyatakan ada keterlibatan Pemdes dan kontraktor sangat tidak benar.

“Penyampaian saudara-saudara yang ada bahwa, seakan-akan ada keterlibatan atau ada kerja sama antara pemerintah Desa dengan pihak kontraktor, jadi ini harus kami luruskan dan agar di ketahui oleh masyarakat yang ada, kemudian terkait dengan proyek yang ada, juga sebelumnya kami telah menjelaskan, namun penjelasan kami tidak di gubris sama sekali,” terangnya.

Sementara ditempat terpisah, puluhan masyarakat Desa Dodowo Kecamatan Galela Utara juga menggelar aksi protes terkait pelaksanaan Musdes Bantuan Lansung Tunai (BLT). Ironisnya dalam aksi itu harus berujung anarkis dari pihak massa aksi dan pendukung Kades Dodowo.
Korlap Aksi Masyarakat Dodowo Jami Kuna mengatakan, aksi tersebut merupakan aksi damai, sebagai bentuk protes atas pelaksanaan Musdes yang dilakukan di Rumah Kades sendiri. Aksi ini, kemudian terjadi ricuh saat peserta Musdes yang merupakan saudara kandung Kades.

“Gara gara Kades bikin Musdes di Rumah, sehingga masyarakat marontak, namun hanya melalui aksi unjuk rasa, tidak disangka sangka sudah terjadi saling lempar kursi masa aksi dan beberapa peserta Musdes,” terangnya.

Sementara Kasubag Humas Polres Halut Aiptu Mansyur Basing membenarkan kejadian aksi yang berunjung ricuh di Desa Dodowo. Bahkan dalam kericuhan aksi unjuk rasa itu mengakibatkan terjadi tindakan pengrusakan, antara massa aksi dan peserta Musdes yang di gelar di Rumah Kades. Aksi saat Musdes penetapan calon penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa Dodowo, Kecamatan Galela Utara sehingga menyebabkan perkelahian antara massa aksi dengan sebagian masyarakat Desa Dodowo yang hadir dalam Musdes.

“Bertempat didepan kediaman Kades Dodowo telah terjadi tindakan pengrusakan (Anarkis) oleh beberapa masyarakat yang melaksanakan aksi saat Giat Musdes Khusus Penetapan Calon penerima BLT Desa Dodowo, sehingga menyebabkan perkelahian Antara Masa Aksi dan peserta Musdes” Jelas Mansyur.

Lanjut ia, sebelum pelaksanaan Musdes, aksi palang jalan dan pembakaran ban telah dilakukan oleh beberapat masyarakat Desa Dodowo yang di kordinir Jami Kuna (Korlap aksi). Sekitar pukul 09.20 wit, Camat Galela Utara Vektor Belian Alin, tiba di kediaman kades Dodowo bersama dengan Danki Satgas Salimuli Kapten Yudha Putra. F dan Kapolsubsektor Galela Utara Ipda Amirudin, dan bersamaan dengan itu Jami Kuna dan beberapa Masyarakat yang melaksanakan aksi langsung berorasi ditempat Musyawarah Desa.

“Pukul 09.30 wit, Giat Aksi berlangsung Anarkis mulai dari Pengrusakan dengan membanting beberapa meja kursi, pelemparan kaca jendela kamar dan pelemparan kaca mobil, sehingga menyebabkan terjadinya perkelahian antara massa aksi dengan beberapa masyarakat Desa Dodowo yang hadir dalam Musyawarah Desa Khusus,” jelas Mansyur.

Lebih lanjut, pada pukul 10.20 wit, tindakan Anarkis yang dilakukan oleh beberapa masyarakat yang dipimpin oleh Jami Kuna diarahkan kembali ke rumah masing-masing oleh Danki Satgas Salimuli, dan Kapolsubsektor Galela Utara sehingga situasi kembali Kondusif. Adapun Korban dari masyarakat dan pelaku perkelahian serta pelemparan dari massa aksi dan peserta Musdesus dalam pendalaman penyelidikan dengan mengarahkan korban pengrusakan, dan korban pemukulan melaporkan ke Polsek Galela.

Selain itu akibat dari tindakan anarkis itu terjadi kerusakan harta benda berupa kursi 19 buah, 1 buah kaca meja, satu buah kaca jendela kamar dan satu buah kaca depan Mobil. “Tindakan Kepolisian, turun Ke TKP, mengumpulkan Baket. Mengarahkan para korban untuk Kepolsek guna membuat laporan Polisi dan Visum dan menghimbau agar kedua kelompok masyarakat yang bertikai agar tidak lagi membuat keributan serta stuasi aman dapat kembali Kondusif, serta mengamankan barang bukti,” akhirinya. (mar/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: