poskomalut.com
baner header

Setahun Pemprov Malut Bayar TTP PNS Rp 180 Miliar

Bambang: Kondisi Kas Daerah Masih Aman

TERNATE-PM.com, Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Pemprov Malut sepertinya harus lebih maksimal dalam melaksanakan tugas-tugas pelayanannya. Ini karena, hak-hak penghasilan tambahan, termasuk tunjangan tambahan penghasilan (TTP) tetap dibayar tepat waktu.

Kepala Badan Pengelolaan  Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD)   Bambang Hermawan kepada wartawan Selasa (16/6) kemarin menuturkan, pemprov tetap membayar TTP PNS. Pembayaran TTP PNS dengan mempertimbangkan dua hal, pertama; terkait dengan gejolak yang sering terjadi, dan kedua; tidak ada pendapatan lain yang diterima PNS, baik honor, makan minum dan lain – lain.

“Dua hal utama ini yang sering terjadi sehingga dipertimbangkan untuk membayar TTP. Anggaran yang disiapkan di APBD induk 2020 delapan bulan, dari Januari-Agustus. Tapi yang kita baru bayar dari Januari sampai Mei. Yang pasti kita bayar tepat waktu” katanya.

Lanjutnya, pembayaran TTP PNS juga sudah dibahas dalam rapat bahwa kebijakan pembayaran TTP PNS masih tetap berlangsung sampai dengan akhir tahun. “Karena kebijakannya kita tetap makanya kita harus menyediakan  cadangan dana tambahan di perubahan APBD sekitar Rp 60 miliar. Karena di APBD induk kita hanya anggarkan sampai dengan Agustus saja” ungkapnya.

Ditanya soal anggaran TTP PNS yang disiapkan di APBD induk 2020 untuk delapan bulan, Bambang mengaku tidak menghafal. “Tapi kalau ditambahkan empat bulan terakhir, September, Oktober, November dan Desember sebesar Rp 60 miliar yang akan kita siapkan di APBD Perubahan 2020 maka secara total untuk pembayaran TTP dalam satu tahun sekitar Rp 180 miliar,” ungkapnya.

Meski demikian, Bambang mengaku,  kondisi kas  daerah (kasda) di Pemprov masih aman. Sebab ini hanya manajerial kasda, dengan kebijakan penundaan kegiatan – kegiatan fisik,  kegiatan perjalanan dinas, makan minum, perkantoran itu di pangkas dan dikoreksi nilainya cukup besar. “Karena secara normalkan, kita baru satu triwulan saja, kita memperhitungkan  sampai sekarang tinggal satu triwulan lagi karena kita masa pandemi sampai dengan november maka normalnya oktober, november, desember kita siapkan new normal itu satu triwulan saja, tapi apakah sesuai dengan ekpestasi atau tidak kan belum tentu karena epidemologi sekarang grafik kasus naik terus jadi kita masih melihat perkambangan,” pungkasnya.(iel/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: