poskomalut.com
baner header

63 Karyawan PT Labrosco tak Punya BPJS

MOROTAI-PM.com, BPJS Ketenagakerjaan Morotai, mengakui, jika 63 orang karyawan PT Labrosco yang dirumahkan oleh perusahan itu tidak memiliki kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Hal ini disampaikan oleh Guntino, salah satu petugas lapangannya. Menurutnya, dari 63 karyawan yang di rumahkan itu sama sekali tidak memiliki kartu BPJS ketenagakerjaan.

“Dari 63 karyawan itu tidak memiliki BPJS ketenagakerjaan. Kemarin setelah masalah itu, mereka datang tapi hanya ke ketenagakerjaan tidak ke kita (BPJS Ketenagakerjaan), katanya mereka mau mendaftar BPJS itu tanda mereka tidak memiliki BPJS ketenagakerjaan,” ungkapnya ketika diwawancarai sejumlah wartawan.

Ridwan Soplanit, salah satu anak muda Morotai, menyebutkan, PT Labrosco harus bertanggungjawab akan hidup puluhan karyawan yang dirumahkan. Menurutnya, karyawan di rumahkan itu hampir mirip dengan pemecatan. Sebab, para karyawan itu tidak lagi bekerja.

“Apalagi di beberapa media massa beberapa waktu lalu ramai diberitakan bahwa ada belasan karyawan datangi DPRD meminta agar karyawan yang dirumahkan itu harus digaji walaupun setengah dari gaji mereka, ini untuk memastikan kehidupan mereka di tengah wabah covid 19,” jelasnya.

Selain itu, perusahan yang bergerak di infrastruktur itu seharusnya juga bertanggungjawab soal BPJS ketenagakerjaan termasuk juga kontrak kerja baik perusahan maupun pekerja.

“Pengalaman bagi pekerja juga, sehingga ketika ada masalah antara karyawan dengan perusaham, maka ada kontrak kerjanya, termasuk BPJS ketenagakerjaan, ini terkait jaminan pekerja di perusahan tersebut,” akhirnya. (ota/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: