poskomalut.com
baner header

DPRD Kuker di Dinas Kesehatan Kota Ternate

TERNATE-PM.com, Dalam lanjutan agenda kunjungan kerja Komisi III DPRD Kota Ternate, kali ini Dinas Kesehatan (Dinsos) Kota Ternate yang didatangi, untuk mengetahui sejauh mana penanganan Covid-19 di Kota Ternate dan tugas-tugas yang mereka lakukan dalam rangka pemutusan mata rantai Covid-19.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Ternate, Fahri Bahdar mengatakan, Dinkes dan tim gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Ternate sedang berusaha melakukan tugas-tugas dalam rangka memutuskan mata rantai Covid-19.

Saat ini, Dinkes, tim gugus tugas, lembaga-lembaga terkait dan akademisi dilibatkan dalam kajian epidemologi, juga mengkaji ulang menyangkut dengan pembatasan orang masuk di Kota Ternate.

“Karna melihat kurva penyebaran Covid-19 di Kita Ternate ini semakin meningkat, jika dalam kajian tersebut adanya pembatasan orang masuk ke Ternate maka pembatasan akan dilakukan selam 1 bulan tapi harus adanya persetujuan Wali Kota Ternate,” papar Fahri pada poskomalut.com, Kamis (18/6/20).

Ia mangatakan, dinas kesehatan jua memprediksi puncak penyebaran Covid-19 itu terjadi mulai pada tanggal 17 Juni sampai 30 Juni 2020.

Terkait jumlah tenanga kesehatan yang melakukan penanganan Covid-19 di Kota Ternate, Dinkes suda mempunyai 284 tenaga medis yang siap melakukan penanganan.

“Dinkes telah mengeluarkan SK melalui Kadis kesehatan kurang lebih 284 tenaga tim medis yang ditempatkan dibeberapa titik seperti tempat karantina, pelabuhan dan lain sebagainya,” ujarnya.

Namun, kata Fahri, untuk pelabuhan Ahmad Yani dan Bandara Sultan Baabullah, itu provinsi yang menangani, sehinga petugas kesehatan Kota Ternate yang sebelumnya ditugaskan di pelabuhan dan bandara sudah ditarik kembali.

Dirinya meminta, agar Dinas Kesehatan Kota Ternate, selalu melakukan komunikasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan pihak Bandara Sultan Baabullah guna mengetahui kedatangan orang-orang dari luar kota Ternate.

“Karna Dinkes sudah menarik semua tenaga medis dari pelabuhan dan bandara,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini tempat karantina suda penuh, maka Dinkes dan tim gugus Kota Ternate sudah siapkan gedung yakni SKB, Asrama Haji Ngade dan Gedung BLK.

“Tiga Gedung tersebut akan dijadikan tempat karantina, tapi gedung itu milik provinsi, jadi Dinkes dan tim gugus harus melakukan komunikasi secara formal dengan pemprov terkait dengan pemakaian gedung,” bebernya.

“Tingal bagaimana gugus tugas melakukan pembatasan ruang gerak pasien yang ada dalam gedung karantina tersebut sehingga pasien tidak melakukan aktifitas keluar masuk gedung yang berakibat adanya kontak dengan masyarakat sekitar,” tandasnya. (Ris/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: