poskomalut.com
baner header

Kuker di Dua Puskesmas, Komisi III DPRD Ternate Temukan Sejumlah Masalah

TERNATE-PM.com, Dalam lanjutan Kunjungan Kerja (Kuker), kali ini Komisi III DPRD Kota Ternate sambangi Puskesmas Kalumpang dan Puskesmas Kota Ternate, Kamis (18/6/20).

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Ternate, Fahri Bahdar mengatakan, ada beberapa hal yang ditanyakan dalam kunjungan atau konsultasi itu, yakni terkait dengan penanganan dan pencegahan Covid-19, di wilayah masing-masing puskesmas.

Informasi yang diterima saat kunjungan, kata Fahri, untuk Puskemas Kalumpang yang zona kerjanya mencakup 7 kelurahan. Dari 7 kelurahan itu, diketahui terdapat kasus positifnya ada 75 orang, meninggal 3 orang, PDP 4 orang.

“Kita juga mendapat informasi ada dua orang positif Covid-19, yakni ibu dan anak yang dikarantina di rumah, karena anaknya masih berusia 1,9 tahun. Sehingga tidak bisa dipisahkan dengan ibunya, maka puskesmas diminta intens melakukan pengawasan kepada mereka oleh tim medis, agar tidak melakukan kontak dengan keluarga dan warga setempat,” ujarnya.

Sedangkan untuk puskesmas Kota Ternate yang wilayah kerjanya di 9 kelurahan, terdapat 22 kasus terkonfirmasi positif Covid-19, meninggal 2 orang, PDP 2 orang, OTG 28 orang dan ODP 2 orang.

“Puskesmas Kota Ternate juga sangat sigap melakukan penanganan-penanganan menyangkut dengan penyebaran Covid-19,” katanya.

Ia menambahkan, dalam Kuker, Komisi III mendapatkan beberapa kendala di lapangan yang dialami dua puskesmas tersebut.

“Ada sedikit keluhan-keluhan dari pihak puskesmas, misalkan ada pasien positif yang sudah dikarantina, ketika tim medis melakukan tracking untuk rapid atau tes sweb, tapi di lapangan tim medis mendapat hambatan karena masyarakat yang di tracking tidak mau di repid maupun test swab. Padahal itu juga langkah pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19.

Puskesmas tidak putus asa dalam hal melakukan sosialisasi dan memberi pengertian-pengertian terhadap masyarakat mengenai penyebaran virus corona.

“Untuk masyarakat yang merasa pernah melakukan kontak langsung dengan pasien positif, harus dengan sadar mau dirapid tes, karena ini untuk kebaikan bersama” tutupnya. (Ris/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: