poskomalut.com
baner header

Prediksi Persakmi Soal Angka Positif Covid-19 di Malut Meleset

TIDORE-PM.com, Prediksi jumlah pengidap positif Covid-19 di Maluku Utara yang puncaknya pada 17 Juni sebanyak 574 orang terinfeksi sebagaimana rekomendasi  Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Maluku Utara (Persakmi), kepada tim gugus provinsi ternyata meleset. Sebab hingga 17 Juni kemarin jumlah warga Maluku Utara positif Covid-19 hanyalah 322 kasus.

Ketua Persakmi Maluku Utara Dr. Marwan Polisiri, SKM, MPH, kepada Posko Malut, Rabu ( 17/6), membenarkan prediksi Persakmi pada April lalu berdasarkan kajian dari aspek epidemiologi dan pemodelan secara statistik (prediksi) pandemic COVID-19 di Maluku Utara secara umum yang kemudian dipaparkan oleh Ketua Umum Persakmi Pusat Prof. Dr. Ridwan Amiruddin, SKM.,M.Kes.,Msc.PH terjadi selisih hari ini sebanyak 252 kasus. “Sebab, puncak 17 Juni warga Maluku Utara yang tercatat hanyalah  322 kasus dan prediksi kami meleset,’’ kata Marwan.

Kendati demikian, Marwan menegaskan melesetnya angka itu tidak berarti prediksi benar-benar salah karena Tidore dalam daftar antri hasil swab 90, Ternate antri 100-an, Halsel antri 100-an, Halbar 70-an, Haltim 10-an, Halut 100-an. Artinya, keterlambatan konfirmasi laboratorium belum terinformasikan sehingga jumlah ini bisa mencapai angka yang diprediksikan,’’ ujar Marwan

Sebelumnya melalui surat Persakmi Maluku Utara Nomor 13/REK/ Pengda Persakmi Malut/IV/2020 perihal kajian epidemilogi Pemodelan Covid-19, merekomendasikan 5 poin rekomendasi analisis menggunakan metode Covid-19 Hospital Impact Model for Epidemics (CHIME) yang d kembangkan oleh Penn Medicine University of Pennsylvania AS  kepada tim Gugus Provinsi Malut .

Di antaranya  Pemerintah Provinsi Maluku Utara, menyiapkan rumah sakit dengan kapasitas sekitar 83 – 100 bed untuk mengantisipasi puncak pandemic pada pertengahan Juni 2020, ICU sebanyak 24 dan 16 ventilator untuk kasus baru.  Pada puncak epidemik 17 Juni kebutuhan akan meningkat dengan jumlah kasus sekitar 574. ICU sebanyak 220 dan ventilator sebanyak 162 dan  APD untuk seluruh petugas di rumah sakit dan puskesmas.

Selain itu, meningkatkan cakupan Mitigasi; social distancing/physical distancing, pembatasan lalu lintas kendaraan, penghentian pusat keramaian, perbaikan lingkungan, karantina wilayah pulau dan stay at home di atas 30% untuk melandaikan curva epidemic. Selain itu menghentikan penularan kasus baru dengan memberi perlindungan pada kelompok rentan, mempercepat penyembuhan dengan terapi supportive yang tepat dan efisien.

Melaksanakan intervensi skala menengah, karantina pulau serta melaksanakan screning secara massive/tracing kasus untuk memutus rantai penularan dan penguatan intervensi public health; promotif dan preventiv dengan pendekatan risk communication yang baik dan mencegah terjadinya konflik horisontal.(mdm/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: