poskomalut.com
baner header

Kepala Dinas Pertanian Ternate Geram Tak Pernah Dilibatkan Dalam Penanganan Covid-19

TERNATE- PM.com, Komisi III DPRD Kota Ternate kembali melakukan Kunjungan kerja ke kantor Dinas Pertanian Kota Ternate, Kamis (18/6) dalam rangka melihat sejauh mana skema dari Dinas Pertanian untuk pemberdayaan petani dimasa pandemi Covid-19.

Dalam melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pertanian Kota Ternate tersebut, komisi III DPRD mengakui bahwa selama masa pandemi Covid-19 Dinas Pertanian tidak pernah dilibatkan oleh Pemkot Ternate dalam skema apapun dimasa pandemi Covid-19.

“Ini yang membuat komisi III selalu bertanya-tanya mengapa dinas Pertanian tidak dilibatkan untuk pemberdayaan petani dimasa pandemi Covid-19,” ungkap Mubin A. Wahid pada poskomalut.com, kamis (18/6/20) dengan penuh nada tanya.

Sebenarnya Pemerintah Kota bisa melakukan penyesuaian anggaran. Kata Mubin, Ada anggaran-anggaran yang tadinya menyentuh pemberdayaan petani, contohnya seperti pembelian pupuk, penyediaan kofo, penyediaan profil air itu kan dalam rangka pemberdayaan petani.

Saat ini, Dinas Pertanian juga bingung karna mereka juga tidak dilibatkan oleh Pemkot. Seharusnya Pemkot bisa melakukan penyesuaian-penyesuaian yang dialihkan untuk penangulangan Covid pada mereka yang terdampak, sehingga stimulan apa yang diberikan pada petani agar mereka bisa tetap eksis, jangan semua agenda-agenda dari dinas pertanian itu diberhentikan sehingga berdampak pada petani.

Hal ini juga disampaikan oleh Kepala Dinas pertanian Thamrin Marsaoly. Dirinya mengatakan, Dinas pertanian tidak pernah dilibatkan selama pandemi Covid-19 berlangsung, kurang lebih tiga bulan terakhir. agenda-agenda dinas pertanian juga ditiadakan semuanya sehingga pihaknya juga tidak tahu mau kerja apa, sejak diberlakukan new normal.

“Bahkan ada pemenang tender jalan yang diajukan sebelumnya tapi angaranya tidak ada,” ujarnya.

Ada beberapa agenda kerja dinas Pertanian seperti pengadaan Pupuk, pengadaan bibit ayam, pengadaan bibit pertanian dan pengadaan kofo, sampai saat ini tidak jalan karena tidak ada anggaran. Menurutnya, pengadaan seperti ini, bisa memutar perekonomian petani yang ada di kota Ternate.

“Kerja kita saat ini, cuma mengurus gaji karyawan dan membayar tagihan listrik maupun tagihan air selama tiga bulan terakhir, tidak ada lagi agenda yang kita kerjakan karna semuanya dihentikan, Kita cuma disuruh diam,” tukasnya. (Ris/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: